Harga Miring Rasa Elite Pasar 8
- VIVA.co.id/Fikri Halim
Menampik Kesan Harga Selangit
Mendengar nama Alam Sutera, pasti banyak orang akan menyimpulkan nama Alam Sutera adalah kawasan elit. Banyak orang akan berpikir bahwa apapun yang dijual dan dijajakan di Alam Sutera terkesan mahal.
Stigma mahal terpatahkan dengan kehadiran Pasar 8. Keberadaan pasar yang terletak di Serpong, Banten itu merangkul berbagai kalangan masyarakat.
Mereka, datang dari mana saja dan kapan saja. Ada kalangan menengah atas ada juga kalangan menengah ke bawah. Barang yang dijajakan pun sama dengan Pasar Induk.
Salah satu pedagang, Yadi mengatakan, sayuran dan daging yang dijual di Pasar 8 masih mengikuti harga di pasar tradisional lainnya. "Nggak jauh beda dengan harga di pasar lain. Paling beda sedikit karena disesuaikan dengan tempatnya di sini lebih bagus," ujar Yadi.
Biaya sewa kios memang terbilang mahal. Yadi dan beberapa teman pedagannya pun harus merogoh kocek dari Rp17 juta sampai Rp20 juta untuk menyewa kios. "Tergantung tempatnya di dalam apa lebih ke depan," ujar Yadi.
Kios buah di Pasar 8 Alam Sutera, Tangerang Selatan. Foto: VIVA.co.id/Fikri Halim
Uang itu sudah termasuk uang pemeliharaan dan keamanan. "Pokoknya sudah semua. Jadi kita merasa nyaman berjualan," kata Yadi.
Tak hanya mencari barang kebutuhan pokok. Mereka yang datang ke pasar ini juga mencari kenyamanan. Mereka ingin berbelanja dengan suasana yang rapih dan bersih. Mahfum, tidak semua pasar di Jabotabek memberikan rasa aman dan nyaman.
Aman, karena bagi yang membawa kendaraan bermotor akan disediakan area parkir yang luas, cctv dan petugas keamanan yang berjaga 24 jam.
Selain itu, pasar ini juga bersih. Saat hujan, jejak sepatu pengunjung yang masuk langsung dibersihkan petugas dengan cekatan. Keset pun disediakan sebelum para pembeli masuk ke pasar itu. "Petugas kebersihan di pasar ini cukup profesional," ujar Sarwindro.
Apa yang dilakukan pihak pengelola pasar patut diacungi jempol. Sebab, upaya sederhana membuat pembeli merasa nyaman.
Tak sedikit pengunjung yang datang menanyakan alasan mengapa diberi nama Pasar 8. Kisah awalnya, karena nama kawasan ini dulunya adalah Kawasan 8.
"Alasan lainnya, karena angka 8 diyakini akan memberikan keberuntungan," ujar Sarwindro.
Pasar yang terletak di Jalan Raya Serpong ini telah hampir lima tahun ini menjadi tempat favorit untuk belanja bagi warga Tangerang dan sekitarnya. Pasar ini dikembangkan oleh PT Alam Sutera Realty, Tbk.
Pasar ini berdiri sejak 28 Maret 2010. Adalah hasil peleburan antara pasar tradisional dengan konsep modernnya.
Saat ini pasar 8 Alam Sutera memiliki 149 unit ruko, 238 unit kios dan 304 unit lapak. Hampir seratus persen kios dan lapak terisi oleh pedagang.