SOROT 335

Pasar 45, Saksi Sejarah Manado

Pasar 45 di Manado
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agustinus Hari

VIVA.co.id - Bukan tanpa alasan jika China ingin menghidupkan kembali Jalur Sutra. Ini jaringan rute perdagangan di benua Asia yang dirintis Dinasti Han pada 206 Sebelum Masehi - 220 Masehi, menghubungkan para pedagang dari seluruh dunia.

Aktivitas perdagangan tercatat dalam sejarah, berperan penting dalam perkembangan kebudayaan manusia. Interaksi sosial menyertai perdagangan, menghasilkan pertukaran dan asimilasi budaya, juga berkembangnya pengetahuan.

Pertemuan antar manusia melalui perdagangan, dalam prosesnya mendorong munculnya pusat-pusat perdagangan, yang perlahan terbentuk menjadi kota. Proses itu juga yang melahirkan Manado, kota paling utara di Sulawesi.

Pasar 45 adalah titik nol kota Manado, merujuk pada sejarahnya sebagai pusat dari wilayah pertama hunian manusia. Ini terjadi pada 1600-an ketika masyarakat asli Minahasa mulai menempati daratan di teluk Manado.

Hingga sekitar 1830-an, wilayah yang dihuni hanya terpusat di sekitar pelabuhan dan Pasar 45. Dulu dikenal dengan sebutan 'bendar' atau 'bandar' yang merujuk pada pasar di pelabuhan.

Bendar tidak hanya menjadi tempat pertemuan pedagang dari wilayah sekitar Sulawesi, tapi juga pedagang dunia dari China, Arab dan Eropa. Seiring waktu, perubahan terjadi di lokasi yang menjadi saksi sejarah Kota Manado itu.

Pasar 45 di Manado

img_title Pasar Santa, Pasar untuk Semua

Suasana di salah satu sudut Pasar 45 di Manado. Foto: VIVA.co.id/Agustinus Hari

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PKL Menjamur

Kamis pagi, 12 Maret 2015, Pasar 45 masih tampak lengang dengan hanya beberapa penyapu jalan, yang sudah terlihat sibuk membersihkan sampah. Baru pukul 08.00 biasanya para pemilik toko mulai bersiap diri.

"Saya rutin membeli pakaian di sini. Sudah 10 tahun langganan, karena harganya lebih murah daripada di mal," kata Selfi Makaminang, yang membeli pakaian untuk dijualnya kembali di Kabupaten Talaud.

Hingga akhir 80an, ketika mencapai puncak popularitasnya, Pasar 45 masih tampak seperti layaknya pasar tradisional. Lengkap dengan para pedagang hasil bumi dan laut yang berasal dari sekitar Manado.

Kini pasar tradisional sudah berganti dengan kios-kios pakaian serta berbagai produk lain. Sayangnya bukan hanya ada jejeran kios tertata rapih, sebaliknya kerumunan pedagang kaki lima (PKL), yang mulai menjamur sejak 90an.

Pada 2006 pernah dilakukan penertiban PKL oleh wali kota saat itu, Jimmy Rimba Rogi. Sayangnya, PKL memang dikenal punya determinasi tinggi, untuk terus kembali setiap kali mereka dibersihkan.

Jika terbiasa dengan kesemrawutan Pasar Tanah Abang di Jakarta, Anda mungkin akan jadi lebih mudah beradaptasi dengan situasi di Bendar. Selain kerumunan PKL, Bendar juga padat dengan angkutan umum.

Pengembangan Pasar

Hampir semua angkutan umum di kota Manado akan melewati Terminal Pasar 45, yang merupakan jalur utama bagi para pelancong untuk menuju Pulau Bunaken menggunakan transportasi umum.

Untuk menuju Taman Nasional Bunaken, salah satu yang membuat kota Manado masuk dalam 10 besar tujuan wisata terpopuler di Asia Tenggara, dapat menggunakan kapal dari pelabuhan yang berjarak hanya puluhan meter dari Pasar 45.

Sebelum ke Bunaken, para pelancong pun sudah bisa menikmati indahnya pantai Manado di sepanjang Jalan Piere Tendean, antara Pasar 45 ke pelabuhan. yang saat ini juga dikenal dengan sebutan Manado Boulevard.

Reklamasi pantai selama 10 tahun dan selesai pada 1993, dilanjutkan dengan proyek pembangunan pusat-pusat perbelanjaan modern serta hotel berbintang, membuat Pasar 45 dan sekitarnya menjadi pusat keramaian.

Ada beberapa jaringan hotel internasional di sekitar Pasar 45, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, memudahkan para pelancong yang ingin mengecap berbagai makanan khas Manado, yang bukan hanya lezat tapi juga unik.

Sesuai fungsinya, tentu saja Pasar 45 juga menjadi pusat jajanan yang wajib didatangi untuk wisata kuliner. Walau sejak hadirnya mal-mal modern, ketenaran Pasar 45 sudah tergerus, terutama di kalangan orang muda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Pasar PIK: Tempat Belanja Bernuansa Singapura
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut