Yang Terbuang dan Terlupakan

Dono Prasetyo mengantar Joko Widodo daftar ke KPU
Sumber :
  • Dokumentasi Pribadi

Namun, sampai saat ini nasib CV-nya tidak pasti. Adam mengaku tak kecewa meski Jokowi pernah melontarkan pernyataan ada banyak posisi yang bisa diisi para relawan. Bahkan, ia mengaku sudah tidak berharap apa-apa dari Jokowi.

Ia hanya kecewa dengan cara Jokowi memimpin negeri ini. "Jokowi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Dia tidak mau belajar," katanya.

Jumhur Hidayat saat menggalang dukungan untuk memenangkan pasangan Jokowi–JK.

Jumhur Hidayat juga masuk dalam daftar relawan yang ‘dilupakan’. Padahal, pendiri Aliansi Rakyat Merdeka ini harus rela dicopot dari jabatannya sebagai kepala BNP2TKI karena memutuskan mendukung Jokowi dalam Pilpres 2014 lalu. Namun, ia mengaku legawa.

"Ya namanya relawan, seharusnya tidak perlu menuntut apapun dong," ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 8 April 2015.

Menurut dia, tingkat atau intensitas perjuangan relawan berbeda-beda. Bagi relawan yang profesional, berintegritas, dan memiliki kapabilitas serta paling banyak berkorban saat Pilpres, wajar didahulukan mengisi jabatan publik.

"Kalau pun tidak ya apa boleh buat, mungkin takdirnya belum sampai ke situ," ujarnya menambahkan.

Aktivis buruh ini mengaku sudah melakukan banyak hal untuk memenangkan pasangan Jokowi–JK. Salah satunya dengan mendirikan ARM. Organisasi ini mengorganisir buruh, pedagang kaki lima serta aktivis kemasyarakatan untuk menyokong Jokowi. Tak hanya waktu dan tenaga, Jumhur juga harus merelakan uang pribadinya untuk memenangkan Jokowi-JK.

"Ya pastilah. Kan untuk mengkoordinasikan pemenangan ini perlu biaya. Menelepon teman yang ada di Papua, Ambon dan seluruh Tanah Air kan perlu pulsa," ujarnya sembari tertawa.



Berbalik Melawan

Sama seperti Dono dan Adam, Jumhur juga tak menampik jika para relawan yang sebelumnya berjuang untuk Jokowi bisa berbalik melawan. Namun, menurut dia, perlawanan itu idealnya karena alasan ideologis, bukan karena tidak mendapat jatah kue kekuasaan. "Nah, dalam perspektif ini tidak menutup  kemungkinan saya pun akan melawan bila pemerintahan Jokowi mengingkari janji-janjinya saat Pilpres," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini sudah banyak relawan yang berbalik melawan Jokowi. Para relawan yang berbelok arah ini sudah membujuk dan mengajaknya turut serta. Namun, Jumhur menganggap pemerintahan Jokowi masih seumur jagung sehingga masih bisa diperbaiki. Ia masih berharap, Jokowi bisa mengendalikan pemerintahan dari potensi decaying atau kerusakan akibat ulah para pembantunya yang tak becus bekerja dan mengabaikan janji-janji kampaye saat Pilpres, yaitu Trisakti dan Nawacita.

Kerusakan itu akan semakin parah jika desakan dan tuntutan, bahkan kemarahan rakyat termasuk para mahasiswa memuncak. "Bila ini terjadi, maka kondusivitas atau iklim perekonomian akan terganggu dan akhirnya menambah kesulitan dalam mengendalikan pemerintahan."

Perlawanan para relawan terhadap Jokowi dilihat jelas pengamat  politik Pangi Syarwi Chaniago. Kata dia, saat ini banyak relawan yang bersuara lantang terkait kebijakan Jokowi, termasuk menentang keberadaan Kantor Staf Kepresidenan pimpinan Luhut Binsar Panjaitan. Para relawan yang bersuara lantang ini kebanyakan karena tidak mendapat rembesan jabatan, padahal mereka sudah ikut berjuang.