Robot-robot Cantik

Robot humanoid Jiajia produksi Universitas Sains dan Teknologi China.
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

Seorang pengunjung berfoto bersama robot humanoid Jiajia produksi Universitas Sains dan Teknologi China saat acara peluncuran di Hefei, China. Foto: REUTERS/Stringer

Namun, apakah hanya itu yang diharapkan manusia dari kehadiran bangsa humanoid? Indonesia sendiri tidak terlalu peduli dengan penelitian robot humanoid. Selain karena ekonomi yang tidak mencukupi (cukup besar kebutuhan biaya untuk membuat humanoid), Indonesia juga merasa belum merasa membutuhkan pengganti warganya dalam melakukan pekerjaan.

“Humanoid itu banyaknya advance research. Indonesia mungkin belum lah, belum punya urgensi untuk mengembangkan robot humanoid ini. Yang lebih mendasar lagi, kebutuhan kita adalah automatisasi sebenarnya. Ini yang harus kita galakkan. Ngapain kita bikin sesuatu yang mungkin tidak begitu banyak memberikan manfaat,” ujar Deputi Kepala Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material, Hamman Riza, kepada VIVA.co.id.

Selanjutnya...Multifungsi?

Multifungsi

David Hanson, ahli pembuat humanoid dan software artificial intelligent, mengatakan jika banyak orang yang berpendapat negatif tentang penciptaan robot humanoid. Mereka menganggap hal itu hanya membuang uang dan waktu. Bukannya membuat robot yang mirip manusia malah membuat robot yang aneh.

“Saya tidak setuju dengan pendapat itu. Banyak hal yang bisa dilakukan ke depannya dengan robot humanoid. Robot bisa berguna memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Robot mirip manusia bisa difungsikan dalam segala peran. Manusia sangat pintar, cantik, memiliki hasrat, dan cinta. Memiliki robot dengan kemampuan yang sama bukan lagi hanya sekadar mimpi masa kecil,” ujar Hanson, yang juga dikenal sebagai pencipta humanoid bernama Alice (gynoid), Zeno (anak kecil) dan Albert Hubo (yang mirip Albert Einstein), melalui situs resminya, Hansonrobotics.com.

Hanson membuktikan beberapa robot ciptaannya pernah terlibat dalam penelitian terhadap penderita autis. Robot Zeno diklaim bisa memicu respons dari anak autis. Belum lagi robot yang sering digunakan oleh NASA, atau robot untuk industri.

Beberapa humanoid lain yang cukup berguna dengan baik adalah Sowa Hanako yang digunakan untuk penelitian bagi para dokter gigi, robot Actroid F yang bisa dipekerjakan sebagai pengganti suster, Jia Jia yang bisa dijadikan sebagai penerima tamu, atau Aiko si robot pelayan toko.