Robot-robot Cantik
- REUTERS/Stringer
Dalam film itu manusia dibunuh karena dianggap sebagai bahaya laten. Namun bapak Artificial Intelligence (AI) dunia, Prof. Brooks, membantah ketakutan ini, seperti dilansir dari Rethink Robotics.
“Saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, baik sekarang maupun di masa mendatang. Beda antara robot yang ada di dunia nyata dengan dunia film sci-fi adalah kemampuan untuk mempelajari lingkungan sekitar, sehingga robot diklaim bisa menjadi pemberontak. Seorang manusia bisa belajar dan memahami lalu menggeneralisir, tapi robot tetap tidak bisa seperti itu. Tenang saja,” ujar Brooks, yang pernah menciptakan Genghis, robot eksplorasi luar angkasa, bersama perusahaan miliknya (iRobot) dan koleganya di MIT.
Brooks bisa jadi benar. Meski mirip manusia, humanoid sepertinya tidak bisa diandalkan. Lihat saja ketika sebuah toko di China mengganti semua pelayannya dengan robot. Belum sampai 6 bulan, robot-robot itu ‘dipecat’ karena kerap menjatuhkan minuman dan makanan ke pengunjung.
“Robot hanya bisa melakukan pekerjaan repetitive dan masih sulit untuk dipercaya berinteraksi dengan manusia. Robot waiter sepertinya masih harus menunggu beberapa tahun lagi,” tulis Zhang Yun, pengamat robot dari Guangdong University of Technology.
Ricky Ma memberikan instruksi ke robot humanoid buatannya, Mark 1. Foto: REUTERS/Bobby Yip
Robot menggantikan pekerjaan manusia merupakan ancaman yang mengkhawatirkan. Nomura Research Institute memprediksi, hampir setengah dari total pekerjaan yang ada di Jepang, sumber daya manusianya akan tergantikan oleh robot pada 2035.
Ini membuktikan bahwa robot telah dinanti oleh industri manufaktur untuk meminimalisasi pengeluaran, termasuk gaji. Satu kali membeli beberapa unit robot untuk menggantikan posisi manusia, bisa menghemat pengeluaran gaji dalam jangka panjang. Apalagi untuk sebuah pabrik atau manufaktur yang para pekerjanya kerap melakukan tugas repetitif.
Selain itu, efek mengkhawatirkan lainnya adalah ketika film Ex Machina berakhir dengan Caleb menikahi Ava. Pernikahan manusia dengan robot sama saja dengan pernikahan sesama jenis, yang tidak akan bisa membuat manusia beregenerasi dan memiliki keturunan penerus keluarga. (ren)