Menelisik Dunia Telik Sandi

VIVA Militer: Pesawat tempur TNI melintas dengan formasi serang di Istana Negara
Sumber :
  • Istimewa/Viva Militer

Gelombang demi gelombang pesawat A4 Skyhawk akhirnya datang ke Indonesia setiap lima minggu, hingga lengkap 32 unit sekitar September 1980, dan sudah dipersenjatai. Hal ini berbeda dengan F-5 yang masih belum dilengkapi persenjataan.

Puncaknya, A4 Skyhawk tampil ke publik kali pertama pada Perayaan HUT ABRI 5 Oktober 1980, saat melakukan fly pass bersama F-5. Hingga kini, Mabes TNI-AU tidak pernah mengakui Operasi Alpha pernah terjadi.

Itulah kisah sukses operasi intelijen yang diungkap Djoko di dalam buku biografinya "Menari di Angkasa", 2007.

Melanggar Hukum

Intelijen atau telik sandi merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah negara. Intelijen berfungsi sebagai mata dan telinga negara untuk menentukan sebuah kebijakan. Intelijen sendiri terbagi menjadi dua jenis, sipil dan militer.

Intelijen juga merupakan “nafas utama” negara. Oleh karena itu, sepak terjangnya tak boleh diungkap, baik saat bertugas maupun tidak. Penyelesaian tugas yang tanpa diketahui merupakan sebuah keberhasilan mutlak.

Menjadi seorang agen atau mata-mata bukan perkara mudah. Mereka pilihan. Terbaik di antara yang paling baik. Agen pun terbagi lagi. Warga lokal dan warga asing. (REUTERS/Kacper Pempel)

Mantan Kepala BAIS TNI, Laksda (Purn) Soleman B Ponto mengatakan, apa yang menimpa Siti Aisyah (25) di Malaysia adalah pola kerja intelijen dalam menjalankan operasinya yang selalu terputus.

“Itu ciri khas intelijen dalam bekerja. Intelijen itu bersel-sel atau terputus, sehingga kalau ada perintah dari atas ke bawah, maka yang di bawah pasti tidak tahu atasnya,” ujarnya kepada VIVA.co.id,  Jumat 24 Februari 2017.

Menurut dia, Siti bekerja di paling ujung. Artinya langsung eksekusi target, sehingga dirinya tidak tahu kalau sedang diperalat intelijen asing. Dalam operasi intelijen siapa pun bisa dimanfaatkan, bahkan hantu sekali pun.

"Dia pasti tidak tahu apa yang diperbuat. Dia kira itu main-main, tak tahunya matiin orang. Dan ternyata yang dibunuh salah satu keluarga pemimpin Korea Utara. Mana tahu apalagi kenal dia siapa itu Kim Jong-nam," ujarnya menambahkan.

Ia mengatakan, jika melihat kasus Siti, operasi intelijen dilakukan secara berlapis, sehingga kalau ada yang tertangkap maka yang mengoperasikan pasti tidak terungkap.