Menelisik Dunia Telik Sandi

VIVA Militer: Pesawat tempur TNI melintas dengan formasi serang di Istana Negara
Sumber :
  • Istimewa/Viva Militer

Soleman menjelaskan, dalam sebuah operasi intelijen pasti ada yang terbunuh, ada yang dibunuh, dan ada yang membunuh. "Itu biasa saja. Lumrah. Kalau kasus Siti ini menurut saya bernasib apes saja. Dia salah karena dia tidak tahu," ujarnya menerangkan.

Mengenai fungsi dan peran intelijen, Soleman membaginya menjadi dua. By Law dan Bye on The Law. Ranah intelijen ada di poin kedua atau Bye on The Law. Jadi, tidak mungkin dalam bernegara itu bekerja hanya sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Ada suatu saat pekerjaan di luar hukum. Itulah ruang main intelijen. Makanya, seorang intelijen itu dipilih dan dididik memang untuk melanggar hukum. Mana ada intelijen taat hukum? Itu bukan dunia kita," ujarnya menjelaskan.

Dalam dunia intelijen juga perlu menerapkan teknik elisitasi, yaitu cerdas mendapatkan data dan informasi dari orang lain tanpa disadari oleh yang bersangkutan. Teknik ini biasanya terjadi di ranah atase pertahanan kedutaan besar. Soleman pun memberi contoh.

"Misalnya, saya janjian mau ketemu dengan atase pertahanan lain. Pastinya, mereka juga akan mencari sesuatu dari saya. Di situlah permainannya," ujarnya menuturkan.

Ia melanjutkan, antara kedua atase saling mencari dan mendapatkan informasi masing-masing. Kalau salah satunya nihil, maka pertemuan batal. Begitu pula sebaliknya. "Itulah peran intelijen, siapa mendapatkan apa. Tidak mudah memang menjadi seorang mata-mata."

Gagal Dicaci, Hilang Tak Dicari

Mantan Dansuspa Intelstrat BAIS TNI, Kolonel (Purn) Fauka Noor Farid mengatakan, merekrut agen yang terpenting adalah tujuannya untuk apa. Sebab, seorang agen adalah orang yang digunakan, sedangkan yang merekrut adalah pengguna.

“Kita direkrut apakah untuk membunuh, atau hanya untuk tujuan spionase (mata-mata). Jadi, tergantung dari tujuannya,” kata Fauka kepada VIVA.co.id, Kamis 23 Februari 2017

Ia mengatakan, pemanfaatan warga negara asing untuk melancarkan operasi intelijen, adalah salah satu hal yang umum dilakukan. Mantan anggota Tim Mawar Grup IV Kopassus ini menjelaskan, kalau tidak bisa membunuh dengan tangan sendiri, maka ‘dipakailah’ agen atau tangan orang lain.