Mau Eksis atau Narsis?

Seorang gadis sedang selfie dengan latar lukisan mural di Jakarta
Sumber :
  • REUTERS/Agoes Rudianto

“Apalagi media sosial itu basisnya foto kayak Instagram. Ya otomatis orang lebih banyak narsisnya. Lebih banyak foto selfie daripada foto yang lain,” ujarnya menambahkan.

Seorang wanita merekam saat pembuatan sebuah masakan oleh wanita lain. (REUTERS/Bobby Yip)

Menurut Nukman, di Instagram, orang lebih banyak membicarakan diri sendiri. “Siapa dia ,makan apa, wajahnya kayak apa, pakai baju apa. Merasa seolah dirinya itu aktif supaya orang tahu.  Tapi itu normal. Karena orang masuk dirinya di fase mau memperkenalkan dirinya itu siapa,” ujarnya.

Perilaku narsis itu, lanjut dia, biasanya dialami oleh orang-orang yang masih tahap memperkenalkan diri. Namun, setelah “matang”, perilaku tersebut seharusnya sudah tidak terjadi. Pasalnya, media sosial itu seharusnya menjadi tempat untuk berinteraksi, bukan sekadar tempat untuk memamerkan diri.

Hal senada disampaikan Devie. Menurut dia, penggunaan media sosial bukan hanya tentang kita, tapi tentang informasi apa yang dapat bermanfaat bagi orang lain. (ren)