Kita Sudah Siap

Dirjen Hubdar Kemenhub, Budi Setiyadi
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Masih banyak yang seperti itu?

Iya. Bahkan kemarin sempat ada kasus yang mengeluarkan buku KIR yang palsu, dan ketangkap orangnya.

Lalu bagaimana solusinya?

Sekarang sedang kita lakukan penataan dan penertiban. Jadi nanti di tahun 2020 buku KIR kita akan ganti dengan kartu agar tak ada pemalsuan lagi. Karena dalam kartu itu ada chip-nya, dan di chip itu ada data yang menyatakan kendaraannya, dimensinya, perusahaannya. Dan kita mempunyai alat rider-nya untuk membaca itu.

Bagaimana dengan prasarananya?

Bicara prasarana yang menyangkut di mana kendaraan-kendaraan itu tak hanya berhenti pada bus-bus reguler, berarti saya juga berbicara rest area, juga terminal untuk bus-bus itu. Kemudian untuk bus-bus pariwisata itu ada pool-pool bis yang ada di tujuan tempat wisata, misalnya di Taman Safari dan lain sebagainya.

Untuk rest area dan terminal, seperti yang diarahkan oleh Pak Presiden kemarin pada rapat terbatas, beliau memberikan penekanan dalam aspek keamanan. Karena pada saat Natal biasanya ada orang-orang tertentu yang ingin memanfaatkan momentum itu untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Kita perlu waspadai misalkan antisipasi seperti teroris atau gerakan separatis. Kemudian untuk pengemudinya juga kita siapkan tempat untuk melakukan pengecekan, misalnya narkoba dan kesehatannya. Jadi saya kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BNN. 

Basarnas siapkan kapal jaga libur Nataru

Terkait rampcheck?

Karena target saya melakukan rampcheck banyak, jadi saya membebaskan kepada operator untuk melakukan rampcheck mandiri. Rampcheck mandiri artinya operator melakukan rampcheck sendiri sebagai jaminan untuk menjamin keselamatan, karena itu kan menyangkut branding perusahaannya juga. 

Bagaimana dengan infrastruktur?

Bicara infrastruktur ini memang sebenarnya merupakan domain Kementerian PUPR. Tapi kita bersama-sama Kementerian PUPR, bersama-sama menjamin semua jalan yang nanti akan digunakan oleh pemudik atau masyarakat yang akan melaksanakan liburan, baik jalan tolnya, jalan nasional, atau jalan alternatif, itu sudah sesuai dengan kebutuhan. Kita menjamin akses jalan untuk masyarakat semua sudah memadai. 

Bagaimana dengan pembangunan di jalur tol atau jalan nasional yang berpotensi bikin macet?