Kita Sudah Siap
- VIVA/M Ali Wafa
Kebetulan untuk libur Natal dan tahun baru ini sudah tidak ada lagi pekerjaan-pekerjaan di jalur atau jalan nasional seperti dulu. Semua sudah selesai. Cuma yang harus kita jaga adalah kerusakan jalan dan longsor.
Intinya infastruktur aman?
Untuk infrastruktur secara umum sudah siap.
Jalur Trans Sumatera dan Jambi infonya jalur tolnya masih jelek?
Kalau jalur yang masih fungsional itu di Kayu Agung sampai Palembang, itu sekitar 33 kilometer, tapi kalau dari Kayu Agung sampai Lampung itu sudah operasional. Kalau sudah operasional itu artinya sudah siap, sudah dilakukan uji layak fungsi jalan. Kalau fungsional itu biasanya bisa digunakan hanya siang hari saja.
Kemarin banyak yang khawatir melalui tol elevated karena bergelombang?
Itu sebenarnya tidak bergelombang seperti yang digambarkan oleh netizen. Karena tidak sepenuhnya bergelombang. Yang bergelombang itu adalah pertemuan antara bentangan satu dengan bentangan yang kedua itu kan ada sambungan, sambungan itu namanya expansion joint. Expansion joint itu sambungannya memang belum sempurna, maksudnya kan langsam. Jadi kadang memang agak turun dikit.
Tapi apa yang menyebabkan jalan itu bisa bergelombang ?
Iya mungkin karena sambungannya itu. Antara bentangan satu dengan bentangan kedua itu kan ada sambungan. Nah itu yang harus disempurnakan, tapi sekarang lagi dilakukan treatment oleh Kementerian PUPR untuk melakukan penyempurnaan.
Tapi secara teknis tidak ada masalah dengan jalur itu?
Tidak ada masalah, yang penting dijaga saja kecepatannya.
Bagaimana prediksi peningkatan jumlah penumpang di libur Nataru ini?
Kalau secara umum jumlah penumpang di darat, laut, udara, dan kereta api itu sesuai yang ada pada prediksi kita itu bisa sampai di angka 16,4 juta penumpang di libur Natal dan tahun baru sekarang ini, dan semuanya mengalami kenaikan, kecuali udara. Kenaikan yang paling signifikan yang kita prediksi adalah penyeberangan Merak-Bakauheni. Karena Merak-Bakauheni itu dengan adanya jalan tol baru berpotensi menjadi seksi bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan baik yang dari Jawa ke Sumatera, maupun dari Sumatera ke Jawa melalui penyeberangan.