Panglima TNI Sebut Latgab Super Garuda Shield Sebagai Bagian Diplomasi Militer dan Kemanusiaan

VIVA Militer: Panglima TNI Yudo Margono saat meninjau langsung Latma SGS 2023
Sumber :
  • Puspen TNI

VIVA – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menilai latihan gabungan Super Garuda Shield 2023 (SGS 2023) yang telah digelar di Indonesia dan diikuti oleh militer dari 17 negara sahabat di kawasan Indo-Pasifik adalah bagian dari diplomasi militer dan kemanusiaan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Perhelatan latihan bersama yang diikuti oleh 17 negara sahabat juga merupakan wujud diplomasi militer yang dilakukan oleh TNI, selain diwujudkan di dalam kerjasama latihan militer, juga dilaksanakan kerjasama pada bidang sosial, terutama pada masyarakat disekitar daerah latihan. Hal ini bertujuan agar manfaat latihan gabungan multinasional ini tidak hanya bermanfaat bagi TNI tapi juga kepada masyarakat sekitar," kata Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dalam keterangan resminya yang diterima VIVA Militer, Senin, 11 September 2023.

Dia menambahkan, latihan gabungan SGS 2023 selain menggelar latihan militer secara bersama-sama, juga melakukan Bakti Sosial berupa pengobatan dan pemberian sembako bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar daerah latihan Puslatpur 5 Marinir Baluran, Jawa Timur.
 
“Jadi sebenarnya masing-masing matra darat, matra laut dan matra udara sudah bekerjasama dengan seluruh negara dan selama ini terjalin dengan baik. Super Garuda Shield sebenarnya latihan gabungan dari matra-matra yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan, kita interopabilitas disini dalam Super Garuda Shield,” ujar Panglima TNI.

Panglima TNI Yudo Margono juga mengungkapkan, seluruh peserta Latgabma Super Garuda Shield juga telah menyaksikan dan ikut ambil bagian dalam puncak latihan, operasi pendaratan amphibi di Pantai Banongan, yang dilakukan oleh militer dari Indonesia, Amerika, Jepang dan Singapura. Selain itu juga telah dilakukan latihan lintas udara, dan akan melaksanakan latihan darat gabungan.
 
“Seperti yang dulu pernah saya sampaikan  pada saat pembukaan latihan bersama, dimana pada latihan Super Garuda Shield saat ini, kita laksanakan mulai tahap perencanaan, kemudian tactical floor game, kemudian dilaksanakan manuver lapangannya, dan itu dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.
 
Panglima TNI menegaskan, latihan bersama ini baru dilaksanakan secara gabungan, tentunya banyak sekali hal-hal yang perlu disempurnakan dan menjadi evaluasi untuk Super Garuda Shield tahun mendatang tentunya lebih baik atau lebih sempurna lagi.
 
“Ada banyak sekali hal-hal yang perlu kita samakan karena kita maklumi bagi negara, tidak semua negara memiliki doktrin yang sama. Sehingga di dalam operasi gabungan beberapa negara ini, harapan kita ke depan karena pelaksanaannya Indonesia, sehingga Indonesia yang akan memimpin untuk menyamakan doktrin ketika operasi di Indonesia,” tutup Laksamana TNI Yudo.