Bamsoet Kagum Lihat Mobil Klasik Buatan Lokal

Bamsoet kunjungi Tuksedo Studio Bali
Sumber :
  • Dok: Bamsoet

VIVA – Dunia otomotif di Indonesia begitu luas, mulai dari berbagai produk keluaran terbaru dengan teknologi canggih hingga karya modifikasi yang tidak kalah saing dengan negara lain.

Ada juga beragam mobil klasik hasil restorasi sang pemilik, seperti Mercedes-Benz Gullwing hingga Volvo P1800. Bahkan, di Gianyar, Bali ada rumah modifikasi yang khusus memproduksi ulang kendaraan antik.

Baru-baru ini Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengunjungi bengkel yang memiliki nama Tuksedo Studio tersebut. Kedatangannya bukan sekadar melihat-lihat hasil karya anak bangsa yang dikerjakan secara manual menggunakan tangan.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu juga memesan dua unit mobil klasik karya Tuksedo Studio Bali, yakni Mercedes-Benz 300 SL Gullwing dan Porsche 550 Spyder.

Bamsoet kunjungi Tuksedo Studio Bali

Photo :
  • Dok: Bamsoet

“Mereka mampu memproduksi dari nol, dari mulai menyiapkan sasis hingga bodi. Hasil pengerjaannya pun tidak kalah dibandingkan produk aslinya. Kesan elegannya tetap terasa, seperti memiliki kendaraan aslinya,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip VIVA Otomotif Rabu 29 Desember 2021.

Saat hadir di lokasi, Bamsoet yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia atau IMI meresmikan peluncuran mobil Porsche 356 A Coupe karya anak-anak muda tersebut.

Kendaraan yang jadi produksi perdana dari Tuksedo Studio itu dibeli oleh anggota DPR, Ahmad Sahroni yang juga aktif sebagai pengurus IMI.

“Produksi mobil pertama Tuksedo Studio ini yaitu Porsche 356 A Coupe, dibeli oleh Sekjen IMI, Ahmad Sahroni. Mobil sport klasik itu dibangun dalam jangka waktu kurang lebih satu tahun. Semuanya dikerjakan secara hand made oleh anak bangsa,” tuturnya.

Bamsoet menjelaskan, proses pembuatan ulang mobil klasik di Tuksedo Studio juga melibatkan tim dari Universitas Udayana dan Institut Seni Indonesia Denpasar.

“Tuksedo Studio sebagai salah satu pusat produksi berbagai kendaraan klasik di Indonesia, sepenuhnya menggunakan SDM lokal dan sebagian besar memiliki kualifikasi sarjana,” jelasnya.