STNK Perdana Baru Jadi, Mobil Mercedes Sudah Susut 10%

Diler resmi mobil Mercedes-Benz bekas di Kuningan, Jakarta.
Sumber :
  • FOTO: Dian Tami/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Performa mesin serta desain yang menarik kerap jadi alasan orang membeli mobil yang diinginkan. Namun, ada hal lain yang membuat konsumen tertarik membeli mobil, yakni harga jual kembali yang tetap tinggi.

Hal tersebut biasanya dilakukan sebagai langkah antisipasi, jika pemilik sedang membutuhkan uang atau ingin mengganti mobilnya dengan yang lain.

Hal ini berlaku pada semua konsumen, tidak terkecuali konsumen mobil premium. Lalu, apa faktor yang memengaruhi sebuah kendaraan premium agar tidak mengalami penurunan harga yang cukup besar?.

Menanggapi hal tersebut, Deputy Director Sales Operation Mercedes-Benz Passenger Car and Network Development Mercedes-Benz Indonesia (MBI) Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, bila Mercedes Benz akan mengalami penurunan harga sejak pertama kali dibeli konsumen.

"Harga mobil pertama kali turun setelah melakukan balik nama (dari pabrikan ke konsumen). Turunnya 10 persen, itu sudah otomatis. Untuk setiap tahun mobil akan turun berapa persen nilainya, itu pasti berbeda-beda. Semuanya tergantung dari jenis mobil yang digunakan," ungkapnya, Jumat 22 April 2016.

Selain itu, pria yang akrab disapa Kary tersebut menambahkan, harga jual kembali dipengaruhi oleh populasi model tersebut. Semakin banyak yang menggunakan model mobil itu, maka harga jual kembalinya tidak akan turun banyak.

"Secara persentase, biasanya harga mobil akan turun 5-10 persen. Tapi, kami enggak bisa kasih judgement seperti itu. Patokannya adalah semakin banyak populasi. Kalau bicara Mercedes Benz C Class dengan GL Class, pasti turunnya banyakan GL. Ini karena C Class sudah banyak dipakai dimana-mana,” jelasnya.

Kary beralasan, semakin banyak populasi suatu model, maka semakin percaya diri juga seseorang memakai mobilnya. Selain itu, mendapatkan suku cadangnya juga akan lebih mudah.