Mobil Canggih Sulit Dijual di RI, Ini Alasannya

Toyota Mirai.
Sumber :
  • Herdi Muhardi/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Jika produsen mobil di Indonesia masih menunggu realisasi penerapan emisi Euro4 agar lebih ramah lingkungan, lain halnya dengan sejumlah pabrikan otomotif yang ada di negara-negara maju. Mereka sudah mengembangkan mobil yang tidak menghasilkan emisi sama sekali.

Salah satunya Toyota, yang mulai memproduksi Toyota Mirai. Saking canggihnya, teknologi Toyota Mirai tak lagi menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ataupun mesin hibrida (BBM dan tenaga listrik baterai), melainkan berbahan bakar hidrogen.

Namun sayang, untuk masuk pasar Indonesia, hal itu belum rupanya bisa dilakukan Toyota dalam waktu dekat. Demikian disampaikan Product Knowledge Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Gandhi Ahimsaputra saat ditemui di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016.

“Kendala utamanya ialah orangnya (Pemerintah), terus pajak juga. Pemerintah perlu kasih insentif. Contoh, dari mobil listrik belum ada insentifnya juga. Itu kan pertimbangan dari pemerintah. kalau kami, bisa saja produksi di sini, ya siapa tahu dapat insentif,” ujar Gandhi, Selasa 16 Agustus 2016.

Hanya saja, Gandhi menuturkan, untuk mendatangkan mobil berteknologi canggih seperti halnya Toyota Mirai, setidaknya perlu ada negosiasi antara petinggi Toyota (principal) dengan pemerintah.

Intinya, lanjut Gandhi, pemerintah dan principal harus bertemu dan membicarakan soal kendaraan ramah lingkungan. Tentu saja, jika tak ada insentif, maka mobil-mobil tersebut akan dikenakan pajak yang tinggi, sehingga harganya menjadi mahal.

“Berpikir positif saja. Pemerintah ada usaha, cuma mungkin butuh waktu. Contohnya mobil low cost green car (LCGC), itu salah satu usaha pemerintah,” kata Gandhi.