Toyota Ternyata juga 'Penyuplai' Tenaga Kerja

Wisuda Toyota Indonesia Akademia (TIA)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Pius Mali

VIVA.co.id – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, rupanya tak hanya fokus dalam produksi kendaraan saja. Mereka juga fokus memproduksi tenaga-tenaga kerja handal di dunia otomotif.

Toyota Indonesia Akademia (TIA) baru saja menggelar wisuda angkatan kedua, yang nantinya tentu akan disalurkan ke beberapa perusahaan. Kali ini, sebanyak 32 siswa dari program Diploma 1 (D1) jurusan teknik pemeliharaan mesin otomasi di wisuda.

Menariknya, wisudawan ini tak hanya akan disalurkan di beberapa perusahaan Toyota, namun juga perusahaan otomotif lainnya. Hal itu disampaikan Presiden Direktur PT TMMIN, Warih Andang Tjahjono.

Ia mengatakan, saat ini, Pemerintah sedang gencar melakukan berbagai pengembangan dan investasi di bidang industri, tentunya kondisi ini menuntut keberadaan tenaga terampil yang siap terjun ke dunia kerja.

"Kehadiran TIA memiliki konsep, 70 persen praktik dan 30 persen teori. Ini bisa menghasilkan SDM dengan keahlian spesifik dan teruji, guna mendukung program pemerintah dalam menyediakan tenaga terampil dan bersertifikasi," kata Warih di Karawang, Rabu 30 Agustus 2017.

Untuk memperlihatkan keseriusan dalam bidang pendidikan siswa di bidang Industri otomotif, Toyota Indonesia melakukan investasi Rp70 miliar hingga tahun 2018. Dengan demikian, diharapkan akademi ini pada 10 tahun mendatang bisa mencetak hingga minimal 1.000 orang tenaga ahli di bidang industri otomotif.

Untuk tahun ajaran 2017-2018, TIA akan membuka jurusan baru, yakni Program D2 Teknik Produksi Kendaraan Roda 4 dengan lama belajar dua tahun. Peningkatan kemampuan siswa juga didukung pula dengan keberadaan computer & technical drawing, serta Dojo Karakuri, yakni mempelajari Toyota production system hingga logistik internal.

Lantas, bagaimana dengan penyerapan alumni TIA? Direktur Administrasi PT TMMIN, Bob Azam mengatakan, pihaknya mengupayakan 100 persen bisa menjadi bagian dari bisnis Toyota di Tanah Air.

"Kalau kami sih, inginnya penerapannya 100 persen. Tetapi, kemungkinan ada juga penyuplai kami yang oke, atau ingin mempekerjakan. Kalau ada kemungkinan penyuplai, kami minta untuk dilakukan penempatan, kami akan lakukan penempatan," katanya.