Motor Matik Mulai Turun Peminatnya

Pekerja pabrik motor Honda merakit skuter matik Scoopy
Sumber :
  • Astra Honda Motor

VIVA – Pandemi yang melanda Indonesia membuat angka penjualan sepeda motor mengalami penurunan drastis. Jika biasanya per bulan para diler bisa melepas 500 ribuan unit, maka pada beberapa bulan di tahun ini angkanya hanya 100-200 ribuan unit saja.

Selain daya beli konsumen menurun akibat resesi, adanya pembatasan sosial berskala besar juga mengharuskan beberapa pabrik untuk berhenti beroperasi. Hal ini juga terjadi di luar negeri, sehingga permintaan produk ekspor menyusut angkanya.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI, Senin 7 Desember 2020, total penjualan motor dari pabrik ke diler selama 10 bulan di tahun ini adalah 3.194.344 unit.

Angka tersebut lebih rendah 42 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, yakni 5.517.630 unit. Namun, minat konsumen untuk memiliki sepeda motor pada September sudah jauh lebih baik ketimbang Mei saat diterapkannya PSBB.

Pada Mei, angka penjualan motor dari pabrik ke diler adalah sebesar 21.851 unit. Bulan berikutnya naik menjadi 167.992 unit, lalu pada Juli menjadi 292.205 unit.

Sepanjang Agustus tahun ini, pengiriman motor dari pabrik ke diler berhasil menembus 317.107 unit. Pada bulan selanjutnya, angkanya semakin membaik menjadi 380.713 unit.

Tapi, pada Oktober 2020 jumlah unit yang didistribusikan ke diler menurun jadi hanya 317.830 unit saja. Jika melihat data tahun lalu, maka penurunan penjualan baru terjadi pada November.

Soal jenis motor yang paling banyak laku, skuter matik masih mendominasi dengan 88,3 persen. Diikuti oleh motor sport sebanyak 5,9 persen dan motor underbone 5,8 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pangsa pasar motor matik sebesar 88,4 persen. Artinya, ada penurunan 0,1 persen. Sementara, pangsa pasar sport dan bebek masing-masing naik 0,1 persen.