Bosch Jelaskan Pentingnya Motor Dilengkapi ABS

Contoh rem depan motor yang dilengkapi ABS.
Sumber :
  • Bikesindia

VIVA.co.id – Kebutuhan sepeda motor sebagai alat transportasi terus meningkat di Tanah Air. Hal ini tidak hanya terjadi di perkotaan saja, namun juga di pedesaan.

Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Indonesia menduduki posisi ketiga dalam hal penjualan motor di pasar sepeda motor dunia, setelah China dan India. 

Namun sayangnya, jumlah kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor roda dua pun turut meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun Bosch, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di negara-negara anggota ASEAN diperkirakan mencapai 117 ribu per tahun.

Dari angka tersebut, lebih dari setengahnya melibatkan sepeda motor. Sebanyak 21 ribu kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan kematian tiap tahun terjadi di Indonesia dan Thailand.

“Kita perlu menemukan solusi berkelanjutan, bagi masalah yang menyebabkan kematian pada kalangan muda di kawasan ini,” kata Presiden Bosch Asia Tenggara, Martin Hayes, melalui keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Senin 13 Maret 2017. 

Hayes menjelaskan, teknologi kunci untuk meningkatkan keamanan sepeda motor adalah anti-lock braking system atau ABS. Teknologi ini memungkinkan pengereman tanpa mengunci roda, sehingga kendaraan tetap stabil dan pengendara tetap duduk dengan tegak. 

"ABS sepeda motor pertama kali diperkenalkan pada 1995, dan secara signifikan berhasil menurunkan risiko pengendara terjatuh, memperpendek jarak berhenti dan mengurangi risiko tabrakan. Penelitian Bosch memperkirakan, jika setiap kendaraan roda dua dilengkapi fitur ABS, sekitar satu dari empat kecelakaan lalu lintas di negara-negara ASEAN dapat dicegah," kata Hayes. 

Menurutnya, kendaraan yang memiliki standar keamanan tinggi, misalnya dilengkapi kantong udara atau ABS, bukan hanya melindungi keselamatan penumpangnya. Tetapi, juga membantu menyadarkan produsen lokal bahwa peluang ekspor untuk pasar otomotif masih terbuka lebar. 

“Kami memahami dengan baik, bahwa perbaikan dalam keamanan berkendara bukanlah sesuatu yang bisa terjadi dalam semalam. Hal ini adalah proses bertahap yang memerlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk komunitas ilmiah, pemerintah, LSM, dan industri.” (mus)