Pedagang Tanggapi Pamor Ninja Turun karena Sinetron

Kawasaki Ninja 250.
Sumber :
  • Komunitas Kawasaki Ninja

VIVA.co.id – PT Kawasaki Motor Indonesia selaku agen tunggal pemegang merek Kawasaki di Tanah Air, nampaknya harus gigit jari. Bagaimana tidak, penjualan motor pabrikan itu mengalami penurunan, merujuk data yang dipaparkan Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia, atau AISI.

Sepanjang 2017, penurunan penjualan paling signifikan terjadi pada model sport Ninja 250. Salah satu penyebabnya adalah sinetron "Anak Jalanan" yang tak lagi muncul di salah satu stasiun televisi swasta. Hal ini diungkapkan langsung pihak Kawasaki.

"Penurunan Ninja 250 cukup banyak dibandingkan tahun lalu. Tetapi, kalau angka pastinya saya kurang hafal. Hal itu, karena sinetron. Sinetron itu cukup berpengaruh banyak," kata Deputy Head Sales and Promotion Division KMI, Michael Chandra Tanadhi kepada VIVA.co.id, Selasa kemarin, 11 Juli 2017.

Baca juga: Kawasaki Tuding Sinetron Bikin Drop Penjualan Ninja

Namun, hal itu nampaknya tak berpengaruh di pasar motor seken atau bekas. Menurut tenaga penjual diler moge bekas KJV Motorsport, Herry, penjualan Ninja 250 seken sampai saat ini masih stabil.

"Penjualannya sampai sekarang masih normal, lancar-lancar saja," kata Herry kepada VIVA.co.id di Kedoya Jakarta Barat, Rabu 12 Juli 2017.

Menurut dia, naik dan turunnya penjualan motor dengan kapasitas besar kondisi seken tak dipengaruhi oleh suatu hal seperti sinetron. Yang memengaruhi pasar motor seken adalah sisi kebutuhan masyarakat.

"Kalau untuk pasar motor seken bukan hal yang kayak begitu sih, penjualan itu kan dipengaruhi tingkat kebutuhan pribadi. Kalau mereka yang punya kebutuhan lebih ya penjualan meningkat," ungkap dia.

Harga turun

Namun, dia tak menampik untuk tahun ini harga Ninja 250 seken mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Adapun penurunan harga sekitar Rp500 ribu-Rp1 juta. "Turunnya sekitar Rp500 ribu-Rp1 juta. Kalau showroom lain pasarnya lagi sepi, tetapi kalau di showroom kami ya stabil sih. Normal ya," tuturnya.

Senada, pemilik diler moge bekas R&J Motorsport Jonatahan mengatakan, bahwa penjualan Ninja 250 seken masih stabil sampai saat ini. Artinya penjualan tidak mengalami kenaikan atau penurunan. "Di showroom kami Ninja 250 seken ya masih menjadi favorit, apalagi sudah banyak leasing-leasing. Jadi memudahkan orang punya Ninja," ujar Jonathan.

Dibanding tahun sebelumnya, dia tak menampik harga Ninja 250 seken mengalami penurunan. Namun, dia tak menyebut secara spesifik kisaran turunnya harga jual yang digunakan sinetron "Anak Jalanan" itu. "Tergantung ya sama yang dipakai motor itu, aksesorinya yang dipakai apa, kondisinya bagaimana. Tetapi, Alhamdulillah masih banyak yang cari," ujarnya.

Untuk harga Ninja 250 seken, tentu berbeda-beda di tiap diler motor bekas. Hal itu tentu disesuaikan dengan kondisi kendaraan. Untuk di diler R&J Motorsport, Ninja 250 lansiran 2012 dibanderol Rp34 juta. Sedangkan di KJV Motorsport, Ninja 250 FI seken dibanderol Rp40 juta, Ninja 250 tahun 2013 Rp42 juta dan lansiran 2014 dipatok Rp43 juta. (asp)