Sensasi Tunggangi Nissan Serena ProPILOT di Jepang

Serena ProPILOT
Sumber :
  • VIVA.co.id/Toto Pribadi

VIVA.co.id – Ambisi Nissan untuk menghadirkan alat transportasi masa depan yang canggih kini telah memasuki tahap yang menentukan. Salah satu terobosan yang dihadirkan Nissan yakni mobil semiotonom yang mereka sebut dengan ProPILOT.

Untuk tahap awal, Nissan menyematkan teknologi 'pintar' ini di mobil MPV andalannya Serena. Dalam kunjungan ke markas Nissan di Jepang, VIVA.co.id mendapat kesempatan menjajal langsung Nissan Serena yang telah dipersenjatai dengan teknologi ProPILOT.

Sebelum mengulas lebih jauh mengenai sensasi menunggangi Serena ProPILOT, tentu tak salah untuk kembali mengulas lebih dulu mengenai teknologi yang satu ini. Teknologi ini sebenarnya menjadi bagian dari kampanye Nissan yang kini tengah gencar memperkenalkan Intelligent Mobility.

Dengan visi Intelligent Mobility ini, Nissan ingin menghadirkan kendaraan masa depan yang zero emission dan zero fatality. Kenapa teknologi ProPILOT masuk dalam kampanye Intelligent Mobility?

Kehadiran teknologi semiotonom dari Nissan ini tentu sangat membantu di masa depan. Secara sederhananya, pengemudi tidak akan capek karena harus menginjak pedal gas saat berkendara. Perlu dicatat, kelelahan pengemudi menjadi salah satu penyebab kecelakaan.

Nah, bertempat di GrandDrive, markas uji coba kendaraan Nissan di Yokohama Jepang, VIVA.co.id mendapat kesempatan merasakan teknologi terbaru dari Nissan ini.

Secara garis besarnya, ProPILOT andalan Nissan ini seperti menggabungkan teknologi assist brake control, sistem pengereman otomatis dan cruise control, sistem elektrik yang berguna menjaga kecepatan kendaraan secara konstan. Dengan teknologi ProPILOT ini, pengemudi tak perlu capek menginjak pedal gas dan rem saat mengemudi.

Masuk ke dalam kabin, secara kasat mata tak ada yang berbeda dengan Serena standar. Hanya ada tombol bertuliskan ProPILOT di setir kemudi bagian kanan. Pengoperasiannya juga tak terlalu sulit, hanya perlu mengaktifkan tombol ProPILOT. Jika aktif maka tulisan PILOT pada layar akan berwarna biru.

Dalam pengetesan kali ini kecepatan dibatasi 50 kilometer per jam karena jika kecepatan berada di bawah 30 km per jam ProPILOT secara otomatis tidak aktif. Ada juga tombol set (-) dan res (+) untuk mengurangi kecepatan atau menambah kecepatan.

Jika mobil di depan berhenti, mobil juga akan mengurangi kecepatan hingga berhenti. Yang perlu diketahui, jika mobil Anda berhenti lebih dari tiga detik maka Anda dapat kembali mengaktifkan ProPILOT dengan hanya menekan tombol res/+. Jika hal itu tidak dilakukan, maka mobil akan tetap berhenti meski mobil di depannya telah melaju.

Hal lain yang perlu dicatat, tangan Anda juga tidak boleh lepas dari kemudi meski Anda tidak mengatur kemudi. Jika tangan dilepas, sensor akan mendeteksinya lalu sistem akan mengeluarkan peringatan agar pengemudi kembali mengontrol setir dengan dua tangan.

Uniknya, teknologi Nissan ini mengandalkan kamera yang berada di belakang spion kabin untuk mendeteksi kendaraan di depannya, bukan menggunakan sensor sonar pada umumnya. Selain itu, teknologi ini memang baru bisa digunakan untuk jalan dengan satu jalur.

Rencananya, Nissan akan terus mengembangkan teknologi ini sehingga teknologi ProPILOT ini dapat digunakan pada dua jalur atau lebih yang ditargetkan akan dicapai pada 2018. Sedangkan di 2020, teknologi ini dapat digunakan di jalanan perkotaan yang penuh dengan persimpangan.

 

(ren)