Alami Bahaya di Jalan, Jangan Langsung Banting Setir

Suasana di ruas Jalan Tol Cikampek, GT Cikarang.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Jefry Yanto

VIVA – Mengemudi mobil di jalan memiliki banyak risiko. Paling baru adalah pelemparan batu yang dilakukan orang tak bertanggung jawab dari atas jembatan.

Aksi pelemparan batu ini jelas meresahkan pengemudi dan pengguna jalan. Terlebih beberapa waktu lalu sampai ada korban meninggal akibat kejadian seperti itu.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), Jusri Pulubuhu mengatakan, bahaya saat mengemudi berasal dari enam titik, yakni depan, belakang, sisi kiri, sisi kanan, atas, hingga bawah.

"Ini harus diingat oleh pengemudi. Sehingga kalau ada kejadian orang jahat melempar batu, dia bisa mendeteksi dan mengurangi risiko celaka," kata Jusri kepada VIVA.

Selain harus bisa mendeteksi sumber bahaya yang datang, kata Jusri, diharapkan pengemudi tidak panik saat mengalami kejadian tersebut. "Kalau pengemudinya tidak panik, semua pengetahuan tentang cara mengemudi yang aman bisa dilakukan. Kalau panik, buyar semua," kata Jusri.

Dikatakan Jusri, hal paling penting yang perlu diingat pengemudi adalah jangan langsung melakukan manuver mendadak saat mengalami bahaya. "Jangan melakukan manuver tiba-tiba, misalnya mengerem mendadak atau bahkan banting setir. Gerakan yang tiba-tiba ini akan membuat masalah baru, yakni kecelakaan, karena bisa jadi pengemudi mobil lainnya tidak siap," kata dia.

"Penting juga selalu diingat pengemudi, kontrol kecepatan saat menyetir. Karena kalau bisa mengontrol itu, dia bisa berpikir harus melakukan apa saat ada bahaya yang datang, misalnya kayak pelemparan batu dari atas jembatan penyeberangan itu," kata Jusri.