Punya Mobil Mesin Turbo, Jangan Lakukan Ini

All New Honda Civic Turbo.
Sumber :
  • Krisna Wicaksono/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Perangkat turbocharger atau biasa disingkat turbo umumnya disematkan pada mesin diesel, untuk menambahkan kinerja mesin agar mendapatkan akselerasi lebih baik. Namun, kini sudah mulai banyak mesin bensin yang dipasangkan perangkat ini.

Prinsip kerja turbo adalah memanfaatkan tekanan udara dari gas buang untuk memutar turbin, sehingga udara yang masuk ke dalam mesin bertambah banyak. Alhasil, tenaga yang dihasilkan mesin semakin bertambah besar.

Sistem turbo yang dipasang pada mesin saat ini sudah dikendalikan oleh engine control unit, agar dapat bekerja pada putaran mesin rendah. Hal itu dilakukan supaya mobil bisa berakselerasi dengan lebih cepat, tanpa perlu menunggu putaran mesin tinggi.

Perawatan mesin yang dilakukan secara berkala, berkaitan erat dengan perawatan turbo, yang dapat menentukan cepat atau lambatnya kerusakan yang dapat terjadi pada perangkat tersebut. Pergantian oli yang sesuai spesifikasi dan jarak tempuh  juga menentukan kualitas pelumasan pada turbo.

Perawatan pada saringan udara juga diperlukan, dalam hal ini adalah selalu menjaga saringan udara selalu bersih, sehingga udara yang masuk ke ruang bakar terjaga kebersihannya.

Dilansir dari Astraworld, Jumat 5 Mei 2017, yang jarang diketahui oleh kebanyakan pengguna mobil bermesin turbo adalah tidak mematikan mesin usai berhenti, terutama jika kendaraan tersebut habis digunakan untuk kecepatan yang tinggi dan digunakan pada medan berat atau tanjakan.

Tujuannya adalah untuk menghindari perubahan suhu secara drastis pada turbo, yang dapat merusak komponen. Jangan juga menginjak pedal gas sebelum mematikan mesin, karena hal itu akan mengakibatkan pelumasan pada sistem turbo terhenti mendadak, sementara perangkat turbo masih berputar kencang.