Mobil Lawas Perlu Pakai Onderdil Bagus, ini Alasannya

Toyota Kijang klasik.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yunisa Herawati

VIVA.co.id – Perkembangan dunia otomotif kini sudah semakin maju. Sejumlah pabrikan meluncurkan mobil baru dengan beragam fitur unggulan. Namun, hal ini tak membuat para pencinta mobil lawas atau klasik berpaling hati.

Namun, kebanyakan orang berpikir bahwa memiliki mobil lawas itu hanya merepotkan saja. Kerusakan kerap terjadi dan membuat waktu mereka habis hanya untuk memerbaikinya, ketimbang menggunakannya di jalan raya.

Kendati demikian, anggapan miring itu ditepis Ketua Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI), Novryanto Bagus Wicaksono. Menurutnya, merawat mobil lawas tak sesulit yang dibayangkan.

"Merawat mobil tua seperti Kijang tahun 1981 ini enggak susah kok. Enggak jauh beda sama yang lain, diservis per tiga bulan sekali," kata Novry di Jakarta.

Kata dia, mobil lawas perlu diberi perhatian khusus pada sistem pengapiannya. Hal itu penting, agar kendaraan tetap berada dalam kondisi prima.

"Paling juga ganti karburator, ganti oli, platina busi. Begitu saja (perawatannya). Kalau komponen sejak awal sudah bagus, ke depannya bagus," ujar pria yang kerap disapa Oppie itu.

Menurut dia, sistem pengapian mobil lawas dengan mobil baru sangat berbeda. Mobil lawas masih pakai platina sebagai penghasil arus listik ke busi.

"Platina kalau geser kayak mesin pincang, beda sama mobil sekarang, pengapiannya lebih joss," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, eks Ketua TKCI, Dimas Rangga, menyarankan agar mobil lawas yang komponennya sukar didapat tidak digunakan setiap hari.

"Mobil yang setiap hari kita pakai, pasti ada umur komponennya. Semakin sering dipakai, komponen akan terus bekerja. Merawatnya sama saja, ganti oli, ganti busi, ganti filter oli, filter," katanya. (ren)