Mengembalikan Khitah Facebook
- REUTERS/Thomas White
Dilansir Reuters, Facebook menyerahkan data adanya 129 event yang dibuat oleh para agen tersebut melalui jejaring media sosial terbesar di dunia ini. Hal itu disampaikan sebagai jawaban atas permintaan data yang diminta Kongres AS yang sedang menyelidiki dugaan campur tangan Rusia di Pemilu AS yang memenangkan Donald Trump sebagai Presiden. Sampai-sampai Facebook harus menghadap parlemen Negeri Paman Sam untuk menjelaskan hal ini.
Dalam pengakuannya, dikutip dari New York Times, Facebook juga buka-bukaan, agen Rusia telah menggunakan Facebook untuk menyebarkan postingan dan iklan yang memecah belah publik dan mempolarisasi pemilih AS. Diperkirakan, sekitar 126 juta orang AS kemungkinan telah mengonsumsi konten yang diunggah agen Rusia selama dua tahun terakhir ini.
"2017 merupakan tahun yang luar biasa bagi Facebook, tapi juga merupakan tahun yang berat. Pada 2018 ini, kami berfokus untuk memastikan Facebook tidak hanya menyenangkan untuk digunakan, tetapi juga bermanfaat bagi kesejahteraan orang dan juga masyarakat," ujar Zuckerberg.
Hal lain yang disoroti oleh para pakar yakni, Facebook lebih asyik memonetisasi platformnya dan mengabaikan khitah sebagai jejaring sosial penghubung antarpengguna.
Bisa dilihat dari laporan pendapatannya pada kuartal keempat 2017, Facebook mendapatkan penghasilan dari iklan sebesar, US$26,8 miliar pada 2016 dan meningkat menjadi US$39,9 miliar pada 2017. Artinya pendapatan iklan Facebook meningkat 49 persen.
Tren yang sama juga bisa dilihat dari pendapatan iklan Facebook pada kuartal terakhir 2016 yang meraup US$8,6 miliar dan naik menjadi US$12,7 miliar pada kuartal terakhir 2017. Artinya pendapatan iklan Facebook pada kuartal terakhir 2017 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, telah melonjak 48 persen.
Pengajar School of Business Singapore University of Social Sciences, Adrian Yeow melihat perubahan itu menunjukkan, Facebook ingin fokus kembali pada kedekatan antarpengguna, perhatian dan keterlibatan penggunanya.
"Mungkin ada kecenderungan di kalangan pengguna yang kehilangan kesabaran dengan Facebook. Mengingat kedekatan ini dimatikan oleh monetisasi yang terang-terangan terhadap waktu dan perhatian mereka. Facebook harus mengatasi hal ini," jelas Yeow dikutip dari Channel News Asia.
Berhasil atau tidak
Berusaha untuk menghadirkan kembali interaksi sosial yang lebih bermakna dengan mengubah algoritma, serasa mudah. Namun nyatanya langkah perubahan ini melahirkan tantangan.