Mengembalikan Khitah Facebook
- REUTERS/Thomas White
Sementara di sisi lain, Zuckerberg tidak menyebutkan siasat untuk menghadirkan interaksi yang lebih bermakna tersebut. Malahan, bos Facebook itu berpandangan interaksi sosial bermakna akan muncul dengan lebih sedikit menghabiskan waktu Facebookan. Dengan makin sedikit waktu di Facebook dan berbicara dan bercengkerama dengan orang sekitar, menurutnya, akan mempercepat sebuah interaksi sosial yang lebih bermakna.
Dalam Laporan pendapatannya di kuartal keempat 2017 beberapa waktu lalu, Zuckerberg malah melihat penurunan pengguna untuk mengakses Facebook adalah pertanda bagus. Dampak algoritma baru diterapkan, pengguna Facebook yang mengakses platform itu kurang dari 50 juta jam per hari. Angka itu menurun 5 persen dari waktu yang dihabiskan pengguna pada aplikasi Facebook sebelumnya.
Untuk menilai strategi perubahan algoritma itu akan berhasil atau tidak untuk membentuk kesejahteraan pengguna.
Salah satu peneliti Asian Business Case Centre Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Lim Wee Kiat berharap, algoritma baru dipakai Facebook dengan menitikberatkan pada norma.
"Saya berharap algoritma yang digunakan perusahaan akan lebih diperhatikan dan mencerminkan lebih banyak norma masyarakat dibanding murni untuk memenuhi tujuan perusahaan," jelas Lim.
Dengan tujuan makin membuat sedikit pengguna terhubung di Facebook, salah satu pertaruhan Facebook yakni bakal kehilangan iklan. Sudah menjadi barang umum, iklan akan menyebut pada platform atau medium dengan trafik pengguna yang tinggi.
Terkait dengan penurunan jumlah dan nilai iklan, bos Facebook merasa tidak khawatir. Baginya, dengan membantu orang terhubung lebih penting dibanding memaksa pengguna terus menerus menghabiskan waktunya di Facebook. Dia yakin dengan kekuatan interaksi sosial yang bermakna.
"Kami pikir itu akan menjadi positif. Kami pikir ini akan membantu membuat masyarakat lebih kuat dalam jangka panjang, dan kami pikir ini akan baik untuk bisnis dalam jangka panjang," jelasnya.