Selamat Memilih, Indonesia
- ANTARA FOTO/FB Anggoro
Jumlah pemilih yang mencapai sekitar 193 juta orang pada pemilu kali ini merupakan yang terbesar di dunia, terkait pemilihan presiden secara langsung. Jumlah pemilih tersebut bertambah sebanyak 2,4 juta orang dibandingkan Pemilu 2014 lalu.
Satu hal yang juga dipandang unik oleh Lowy Institute, adalah penggunaan paku secara manual untuk mencoblos atau membuat lubang pada kertas suara. Sementara di berbagai negara, pemilu dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik atau e-voting, atau setidaknya dengan alat tulis seperti pulpen.
Tak hanya itu, penghitungan pun dilakukan secara manual. Pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan secara manual ini, menurut pengajar jurusan ilmu politik dari Universitas Indonesia Sri Budhi Eko Wardhani, membuat pemilu di Indonesia termasuk unik dan paling kompleks di dunia.
Penghitungan manual secara berjenjang itu juga membuat hasil penghitungan atau rekapitulasi berlangsung lama. "Mungkin Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang hasil penghitungan suaranya baru diketahui 30 hari sesudahnya," kata Dhani.
Pemungutan suara akan dimulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 13.00 WIB. KPU mengimbau masyarakat agar menggunakan hak pilihnya lebih awal, saat hari pencoblosan, 17 April 2019. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan pemilih di TPS. "Jangan hadir pada waktu yang mepet sehingga pelayanan juga dapat optimal," ujar Dhani di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2019.
Jika terjadi antrean panjang, Wahyu meminta masyarakat sabar. "Dalam pelayanan kan KPU juga terikat dengan peraturan perundang-undangan sehingga jika ingin nyaman ya datang lebih awal," ujarnya.
Lima Surat Suara
Lantaran pemilihan dilakukan serentak dari pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, pemilih akan diberikan lima jenis surat suara. Namun, untuk pemilih di DKI Jakarta hanya akan menerima empat surat suara karena tidak memiliki kursi DPRD kabupaten/kota.
"Pemilu 2019 ini baru dengan rangkaian pilpres dan pileg digabung serentak. Lima surat ini mesti dikenal masyarakat pemilih," ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi atau Perludem, Titi Anggraini, Senin, 15 April 2019.
Lima jenis surat suara itu dibedakan dengan warna masing-masing. Surat suara untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden memiliki tanda warna abu-abu. Surat suara ini terdapat dua gambar pasangan serta nomor urutnya dengan background merah putih.