Dilema Maskapai Bermodal Cekak

Pesawat AirAsia
Sumber :

Menurut dia, tingkat ekuitas tidak pernah menjadi sebuah isu, mengingat perusahaan mendapatkan pendanaan penuh dari berbagai sumber. 

Hal ini tidak pernah menjadi suatu kompromi akan komitmen penuh AirAsia terhadap standar keselamatan penerbangan global dan praktik terbaik dalam kegiatan operasional perusahaan.

AirAsia Indonesia akan terus melakukan komunikasi aktif dengan Kemenhub, untuk memastikan arahan kebijakan terpenuhi. 

"Kami memiliki fundamental bisnis yang kuat didukung dengan arus kas yang positif pada kuartal I 2015," ujarnya. 

Secara terpisah, AirAsia Berhad sebagai pemegang saham telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan modal saham AirAsia Indonesia, antara lain dengan melakukan penjualan saham perdana (IPO) AirAsia Indonesia dalam rangka memenuhi rencana pertumbuhan di Indonesia. 

"Dalam setiap waktu AirAsia Indonesia terus beroperasi dalam koridor hukum Indonesia," kata Sunu.

Di sisi lain, AirAsia Indonesia menyambut baik klarifikasi yang diberikan oleh Kemenhub terkait dukungan terhadap 13 maskapai dalam meningkatkan ekuitas.

“Kami hendak mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan atas klarifikasi yang telah diberikan terkait langkah-langkah yang akan dilakukan oleh kementerian dalam membina seluruh maskapai yang sebelumnya masuk ke dalam daftar perusahaan dengan nilai ekuitas negatif," kata Sunu.

Menurut Sunu, AirAsia Indonesia saat ini tengah menyusun rencana bisnis dalam meningkatkan nilai ekuitas dan akan mempresentasikan ke Kementerian sebelum akhir bulan ini.

Sunu memastikan AirAsia Indonesia tidak pernah berkompromi dengan keselamatan penerbangan dan kualitas layanan kepada pelanggan.

"Kami akan terus menjaga kualitas layanan terbaik dan memenuhi standar keselamatan penerbangan dunia. AirAsia berkomitmen untuk bekerja sama dengan regulator dalam meningkatkan kualitas industri penerbangan di Indonesia dan sektor-sektor berkaitan lainnya,” ujar dia. (umi)