Berbalas Kritik ala Jokowi dan SBY
Senin, 21 Maret 2016 - 05:05 WIB
Sumber :
- Alfin Tofler/VIVAnews
Menurut Hasto, sesama pemimpin bangsa tidak harusnya saling melontarkan kritik. Aspek yang disampaikan seharusnya untuk membangun bangsa dan negara.
Baca Juga :
Kritik Berlanjut
Saling kritik antara Presiden Jokowi dan SBY, dinilai akan terus berlanjut, dan tidak berhenti pada persoalan megaproyek Hambalang saja.
Mantan anak buah SBY di Demokrat, Gede Pasek Suardika, mengaku yakin akan ada kejutan yang diberikan Jokowi. Kasus Hambalang yang disidak pada Jumat 18 Maret lalu, dinilai sebagai awal perang kritik.
"Pastinya akan begitu (saling kritik). Karena pilpres akan ada satu pemenangnya," kata Pasek, kepada VIVA.co.id, Minggu 20 Maret 2016.
Ia mencontohkan, kasus reklamasi di Teluk Benoa Bali. Menurut dia, Jokowi bisa kembali memperlihatkan kritiknya ke SBY dengan mencabut Peraturan Presiden atau Perpres Reklamasi Benoa.
"Kalau mau telaah sebenarnya keduanya bisa lanjut ke 'Tour de Bali'," ujarnya.
Menurut Pasek, pada akhir periode, Presiden SBY mengeluarkan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 untuk memuluskan reklamasi Teluk Benoa. Reklamasi itu mendapat penolakan dari masyarakat adat.
"Dan, Presiden Jokowi sekarang sebenarnya tinggal mencabut saja. Maka SBY akan kalah telak lagi," kata anggota Dewan Perwakilan Daerah itu. Walau Pasek masih ragu Presiden Jokowi akan mencabut, dia yakin mantan gubernur DKI Jakarta itu akan melakukan hal seperti di Hambalang di berbagai provinsi.
"Dan begitu seterusnya. Tiap provinsi akan saling sahut menyahut dengan menarik, cerdas, dan menghibur," katanya.
Di sisi SBY, Pasek yakin tidak akan diam. Dia merasa yakin, ketua umum DPP Demokrat itu juga sedang menyiapkan diri. "Permainan masih berlanjut. Akan ada serangan balik lagi dari SBY," katanya.
Bahkan, Ro Suryo pun balik mengkritik Presiden Jokowi. Apalagi muncul persepsi bahwa Jokowi ingin menunjukkan proyek mangkrak era Presiden SBY itu. "Itu justru menunjukkan ‘ketidaktahuan’ Presiden Jokowi terhadap Hambalang," kata Roy, dikonfirmasi VIVA.co.id, Minggu 20 Maret 2016.
Walau Jokowi geleng-geleng saat sidak Jumat 18 Maret lalu, Roy khawatir banyak informasi ke Jokowi yang kurang tepat. Apalagi, ada keinginan Presiden Jokowi untuk melanjutkan proyek tersebut.