Berbalas Kritik ala Jokowi dan SBY

Jokowi dan SBY
Sumber :
  • Alfin Tofler/VIVAnews
 
"Misalnya kata mangkrak di Twitternya Jokowi, karena yang membuat terhenti adalah rekomendasi DPR (keputusan Panja P3SON Hambalang tertanggal 24 Juni 2014) dan KPK, karena masih menjadi barang bukti kasus di KPK," kata mantan anggota Komisi I DPR itu.
 

"Ya, rakyat disuguhi kompetisi politik yang menarik, cerdas sekaligus menghibur. Tour de Java vs Tour de Hambalang dan terlihat reaksi publik maupun masing-masing kubu cukup dinamis," kata Gede Pasek.

 
Menurut dia, balas kritik antara kedua elite, lebih pada pertunjukan untuk mencari perhatian publik. Agar, saat kompetisi 2019, kredibilitas mereka tetap terjaga di hadapan rakyat. 
 
"Ini seakan genderang kompetisi pilpres sudah dimulai. Kubu SBY dengan statement menyiapkan someone yang diikuti dengan berbagai kritik dari soal infrastruktur, PSSI, hingga urusan batik dijawab Jokowi dengan menunjukkan banyaknya proyek mangkrak dan lainnya," kata Pasek.
 
Kritikan demi kritikan SBY maupun kader Demokrat, lanjut mantan ketua Komisi III DPR ini, dinilainya sebagai upaya mencari perhatian rakyat. Demokrat, Pasek melanjutkan, diperkirakan punya kepentingan untuk merebut kembali Istana.
 
"Memang, bukan SBY yang akan maju, tetapi Demokrat pasti akan memasang ‘Cikeas’ untuk comeback ke Istana. Jokowi juga seakan sudah membaca gelagat itu, sehingga tidak membiarkan kritik SBY dilahap rakyat begitu saja dengan counter attack yang menarik," katanya.