Berbalas Kritik ala Jokowi dan SBY
Senin, 21 Maret 2016 - 05:05 WIB
Sumber :
- Alfin Tofler/VIVAnews
Menurut SBY yang juga ketua umum Partai Demokrat, ia melihat saat ini banyak pihak yang tidak senang dengan kiprah Partai Demokrat membangun bangsa. Serangan menimpa Demokrat terutama melalui media sosial.
Menurut SBY, apa yang dilakukan Demokrat selama ini bertujuan baik untuk bangsa. "Karena itu, kalau ada yang curiga pada apa yang kami lakukan, itu hak kami menyapa rakyat dan menggerakkan mesin partai untuk tujuan yang baik," kata SBY di Surabaya, Minggu 20 Maret 2016.
SBY meminta kader Demokrat sabar menghadapi serangan itu dan tidak bereaksi berlebihan. "Kalau ada yang marah dan menunjukkannya melalui social media, mem-bully, dan menyerang, sabar saja lah," ujar mantan Presiden itu.
SBY menganggap serangan itu sebagai kritikan. Dia juga meminta pemerintah tidak alergi dengan kritik. "Saya pernah memimpin negeri ini selama 10 tahun. Setiap hari ada sedikitnya 10 kritik dari rakyat kepada saya dan pemerintahan yang saya pimpin. 10 kritik setiap hari, kalau 10 tahun dikalikan saja berapa ribu kritik," ujarnya.
SBY ingin Demokrat menjadi “pengawas” agar pemerintah melaksanakan kebijakannya dengan baik dan bisa dirasakan oleh rakyat. Karena itu, dia meminta kepada seluruh pengurus partai agar mengevaluasi kinerja pemerintahan Jokowi.
"Sampaikan kepada kami pencapaian Presiden Jokowi yang baik, karena itu akan kami sampaikan nanti kepada Presiden. Begitu juga, sampaikan kepada kami mana yang masih belum baik, juga akan kami sampaikan ke Presiden," tutur SBY.
Sementara itu, PDIP membantah kunjungan Jokowi ke wisma atlet Hambalang disebut sebagai bentuk sindiran kepada pemerintahan sebelumnya di bawah SBY.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, kunjungan itu dilakukan untuk mengkaji kemungkinan dilanjutkannya proyek yang sempat terhenti, karena beberapa elite penguasa terjerat kasus korupsi.
"Jadi, apa yang dilakukan Presiden Jokowi dengan datang ke Hambalang adalah sebuah perhatian dari Pak Jokowi untuk melanjutkan bahwa apa pun dari kebijakan sebelumnya, yang tidak baik mana, yang baik untuk dilanjutkan atau kurang baik, itu coba dipraktikkan, mana yang coba diselesaikan. Bukan bagian dari serang-menyerang," ujar Hasto di GOR Grogol, Jakarta, Minggu 20 Maret 2016.