Kejutan Trump
- REUTERS/Mike Segar
Dan dua pekan menjelang pemilihan, jajak pendapat yang dilakukan berbagai lembaga polling menyampaikan angka kemenangan untuk Hillary. Satu-satunya masalah yang memberatkan Hillary adalah kasus pemakaian email pribadi, namun menggunakan server pemerintah. Tapi, FBI memuluskan langkah Hillary dengan mengatakan, dia tak terbukti melakukan kriminalitas dengan email pribadinya itu.
Sementara itu, Trump didera berbagai kecaman akibat ulahnya sendiri. Mulai dari kemarahan rakyat Meksiko, keberatan dari kelompok Muslim Amerika, kekesalan warga kulit hitam, hingga perempuan yang murka akibat ucapan Trump dalam sebuah tayangan televisi pada 2005.
Tayangan itu dinilai sangat merendahkan perempuan. Tiga proses Debat Kandidat yang dilalui Trump dan Hillary, juga memberikan penilaian simpatik untuk Hillary. Mantan menteri Luar Negeri AS itu berada di atas angin.
Namun, Pilpres AS mengubahnya. Rakyat Amerika ternyata tak terlalu menginginkan perempuan berambut pirang itu untuk menjadi pemimpin mereka. Meski sempat diharapkan akan menjadi perempuan pertama di AS yang menjadi kepala negara, harapan itu belum tepat waktunya. Trump berjaya, dan Hillary mengaku kalah.
Di dalam negeri AS, beredar kabar bahwa situs imigrasi Kanada jebol karena mendadak diserbu jutaan klik dari Amerika. Dikutip dari Independent, media Inggris itu memberitakan, situs resmi untuk Kewarganegaraan dan Imigrasi Kanada telah berhenti bekerja dikarenakan banyaknya orang Amerika Serikat yang ingin meninggalkan negeri itu.
Situs ini biasanya menawarkan pekerjaan dan tata cara tinggal di atau untuk menjadi warga negara Kanada.
Sementara itu, aktris Cher yang mendukung Hillary, menulis di laman Twitternya, “Dunia tak akan sama lagi. Ikut sedih pada kaum muda. Negeri ini tak akan lebih kotor dari toilet.”
Rocker Lady Gaga meminta seluruh warga AS berdoa. “Say a prayer America,” tulis Lady Gaga melalui Twitternya. Artis Lily Allen, segera setelah Trump menang menyarankan Kanada untuk segera membangun tembok perbatasan dengan Amerika.
Reaksi Dunia
Kemenangan Trump juga mendatangkan reaksi berbeda dari seluruh dunia. Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan ucapan selamatnya. Diberitakan oleh Reuters, Putin mengaku siap memulihkan hubungan dengan Amerika.