Kejutan Trump

Donald Trump saat menyampaikan pidato kemenangannya sebagai Presiden ke 45 Amerika.
Sumber :
  • REUTERS/Mike Segar

Namun, tokoh Muhammadiyah Din Syamsudin tidak sepakat dengan pendapat Presiden RI. Diberitakan oleh Reuters, Din justru melihat kemenangan Trump berpotensi menciptakan ketegangan baru antara Amerika dan dunia Islam. “Trump berulangkali menyampaikan kesinisan dan sentimen negatifnya pada umat Islam. Mungkin dia lupa, bahwa dia juga seorang imigran,” ujar Din.

Berbeda dengan Din, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah justru menganggap kemenangan Trump tak akan berpengaruh besar. Ia meminta umat Islam Indonesia tenang saja. “Trump itu pebisnis tulen. Karena pebisnis ia pasti seorang yang pragmatis. Jadi kemenangannya tak perlu ditanggapi berlebihan,” ujar Fahri  kepada VIVA.co.id, di Jakarta, 9 November 2016.

Meski mengejutkan, kemenangan Trump sudah menjadi kenyataan. Ia sudah menjadi Presiden ke 45 Amerika. Semua ucapan Trump yang kerap ia sampaikan saat kampanye, yaitu akan membangun tembok pembatas dengan Meksiko, membatasi Muslim masuk ke Amerika, juga bekerja sama dengan Rusia, kini membuat banyak pihak berdebar.

Mungkinkah Trump merealisasikan semua ucapannya? Atau seperti yang disampaikan Fahri Hamzah, Trump adalah seorang pebisnis yang pragmatis, sehingga tindakannya akan lebih banyak dipengaruhi kondisi saat itu?

Seperti kemenangan Trump yang mengejutkan, apa yang akan terjadi di Amerika dan dunia setelah Trump menjadi presiden jelas tak bisa ditebak. Mungkin waktu yang akan memperlihatkan, seperti apa Trump akan memimpin Amerika.