Bom Waktu 'Tentara' Siber
- Pixabay/Tigerlily
Soal program, Eva mengatakan, tak akan berhenti pada sekali penyelenggaraan saja. Dia memastikan program Born to Control akan dilakukan terus menerus.
"Jadi, tiap tahun tambah terus dan jika yang terdahulu ranking 1000 terus masu coba lagi supaya bisa masuk top 100, itu ya bisa. Karena nanti ranking akan terlihat di website," ujar Eva.
Dosen program studi peperangan asimetrik Universitas Pertahanan, Yono Reksoprodjo punya catatan untuk langkah mengamankan siber Indonesia.
Dia mengajak pemerintah dan semua pihak terkait untuk mulai berpikir menyiapkan potensi dilanda serangan siber yang merugikan.
Pada titik tersebut, kaya Yono, langkah yang tepat yakni membangun respons yang sesuai. Sebab, jika tidak demikian, akan membuat kerugian makin meluas.
"Ketidakmampuan membangun respons yang sesuai hanya akan mengantar kita ke situasi non-recoverable yang merugikan baik dari sisi finansial hingga image," ujarnya.
(Turut melaporkan Agus Tri Haryanto)
(asp)