Menuntut Si Perusak Surga Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat Papua Barat
Sumber :
  • crossingindonesia.com

Lalu, mungkinkah proses hukum terhadap perusak kawasan Raja Ampat ini bisa ditegakkan? Sejauh ini, keinginan itu memang belum bisa dibuktikan sebab masih dalam proses dan baru komitmen.

Yang pasti, kapal MV Caledonian Sky yang berada di bawah naungan perusahaan Noble Caledonia di Inggris ini, mengaku siap mengganti rugi kerusakan terumbu karang.

"Kami bekerja sama dengan ahli lokal yang memahami bagaimana memperbaiki terumbu karang. Kami juga menghargai persahabatan kami di seluruh dunia dengan orang lokal. Dan kami memohon maaf ada dampak (Kapal Caledonia) kepada komunitas lokal," tulis Caledonia dilansir dalam exprees.co.uk.

Hanya memang, jika berkaca pada insiden Minyak Montara yang meledak dan tumpah di Laut Timor, milik sebuah perusahaan Australia pada 2009, faktanya hingga kini penyelesaiannya masih belum tuntas.

Hampir delapan tahun, desakan ganti rugi atas tumpahan 500 ribu liter minyak per hari dan menyebar sejauh puluhan kilometer hingga pesisir pantai Pulau Rote itu belum juga dibayarkan.

FOTO: Ilustrasi/Tumpahan minyak di laut/globalspillcontrol.wordpress.com

Padahal, saat itu, estimasi kerugian Indonesia senilai Rp22 triliun bahkan telah diserahkan ke Australia untuk ditindaklanjuti pada tahun 2010. Namun demikian, hingga kini di era Presiden Joko Widodo, Montara belum juga selesai.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bahkan cuma bisa memastikan bahwa masih ada iktikad baik Australia untuk mengganti rugi.

"Dia akan membantu melakukan sesuatu bagi orang di daerah tercemar di bagian timur Indonesia terutama Montara," kata Luhut yang baru usai berdiskusi dengan Perdana Menteri Australia Julie Bishop pada Senin, 6 Maret 2017. (art)