Negara Kepolisian, Serangan By Design hingga Polisi Tentengan

Pascapenyerangan Polsek Ciracas
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

VIVA – Berita terkait penyerangan oknum TNI ke Polsek Ciracas masih menjadi perhatian pembaca news and trending di VIVA.co.id sepanjang Rabu 2 September 2020. Kali ini, berita terkait eks Kabais singgung 'Negara Kepolisan' menjadi perhatian pembaca.

Pembaca sepertinya tertarik dengan pernyataan Eks Kabais, Laksda TNI (Purn) Soleman B.Ponto, yang menyebutkan bahwa saat ini para prajurit bintara dan tamtama TNI sudah berbeda dan tidak bisa lagi dipandang ibarat robot yang hanya menjalankan perintah.

Tak hanya itu, berita terkait soal penyerangan ke Polsek Ciracas masih ramai dibaca, khususnya terkait penyataan dari Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin yang menyebut penyerangan itu oknum TNI baik itu AD, AU dan AL yang satu angkatan.

Lalu, masih terkait penyerangan polsek Ciracas, TB Hasanuddin mengatakan bukan tidak mungkin aksi penyerangan dilakukan karena ada yang menghendaki TNI-Polri bersitegang. Sebab, hanya sekali pesan WhatsApp dari Prada MI, penyerangan langsung pecah. 

Dan tak kalah menjadi perhatian pembaca VIVA.co.id, berita terkait guyon eks Danpuspom ABRI yang menyatakan TNI banyak tantangan tapi Polisi banyak tentengan dan Sutiyoso mengurai persoalan di balik kasus penyerangan Polsek Ciracas karena faktor ekonomi. 

Berikut rincian dari berita-berita tersebut:

1. Tentara Serang Polsek Ciracas, Eks Kabais Singgung 'Negara Kepolisian'

Eks Kepala BAIS (Kabais) TNI Laksda TNI (Purn) Soleman B.Ponto menyebutkan bahwa saat ini para prajurit bintara dan tamtama TNI sudah berbeda dan tidak bisa lagi dipandang ibarat robot yang hanya menjalankan perintah.

"Sekarang kita enggak bisa lagi berpikir mereka adalah robot," ucap Soleman dalam acara diskusi Indonesia Lawyers Club di tvOne dengan tema "Tragedi Ciracas Mengapa Terulang Kembali" pada Selasa malam, 1 September 2020.

Baca selengkapnya di sini

2. TB Hasanuddin Ingatkan Penyerang Polsek Ciracas Tak Hanya Personel AD

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menyebut  Prada MI yang memicu penyerangan markas Polsek Ciracas oleh oknum TNI akibat hoax yang disebarnya merupakan lulusan tahun 2018.

"Kasus di Ciracas itu, tamtama lulusan didikan 2018, baru 2 tahun dinas," kata TB Hasanuddin dalam acara diskusi Indonesia Lawyers Club tvOne dengan tema "Tragedi Ciracas Mengapa Terulang Kembali" pada Selasa 1 September 2020.

Baca selengkapnya di sini

3. Polsek Ciracas Diserang, TB Hasanuddin: Tidak Mustahil Ini By Design

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mengatakan, agar kasus penyerangan markas Polsek Ciracas tidak terulang maka yang harus dilakukan adalah fokus pembinaan. Hal melatih, mendidik dan kehatian-hatian dalam perekrutan juga perlu dicermati.

"Menurut hemat saya, mari kita sekarang fokus dalam pembinaan, pelatihan, pendidikan mereka para tamtama ini untuk tidak terulang kembali, termasuk perketat seleksi," ucap TB Hasanuddin dalam acara diskusi Indonesia Lawyers Club tvOne dengan tema “Tragedi Ciracas Mengapa Terulang Kembali”, Selasa 1 September 2020.

Baca selengkapnya di sini

4. Eks Danpuspom ABRI Guyon: TNI Banyak Tantangan, Polisi Tentengan

Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal yang merupakan mantan Danpuspom ABRI menyebut oknum TNI yang terlibat penyerangan markas Polsek Ciracas sudah tepat dikenakan pidana. Namun dia merasa tidak perlu dipecat semuanya apalagi kalau perannya tidak terlalu vital.

"Tapi apa perlu dipecat? Kalau itu semua dipecat, itu bukan main teroris deketin (lalu bilang) dia 'sudahlah, kamu enggak guna lagi', mungkin saja," kata Syamsu dalam acara diskusi Indonesia Lawyers Club tvOne dengan tema "Tragedi Ciracas Mengapa Terulang Kembali", Selasa 1 September 2020.

Baca selengkapnya di sini

5. Polsek Ciracas Diserang, Sutiyoso Soroti Kesejahteraan Prajurit

Mantan Panglima Kodam Jaya Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, mengurai beberapa persoalan di balik kasus penyerangan markas Polsek Ciracas Jakarta Timur, pada Sabtu dini hari, 29 Agustus 2020 oleh sejumlah prajurit TNI.

Sutiyoso mengatakan, dia sedikit banyak memahami prajurit tempur di lapangan. Selama 30 tahun di Angkatan Darat, ia mengatakan, 25 tahun berada di pasukan tempur, baik Kostrad maupun Kopassus.

Baca selengkapnya di sini