Sempat Kegep Like Postingan Gal Gadot, Jeremy Thomas Klarifikasi dan Prihatin Nasib Anak-anak Gaza

Jeremy Thomas.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bobby Agung

JAKARTA – Aktor lawas Jeremy Thomas sempat mendapat gunjingan dari sejumlah masyarakat Tanah Air. Menyusul dengan dirinya yang ketahuan menyukai atau men-likes postingan aktris Hollywood kelahiran Israel, Gal Gadot yang bertuliskan 'I Stand with Israel'.

Gal Gadot diketahui secara terang-terangan mendukung dan membela Israel di tengah perang yang terjadi antara Israel dengan Palestina. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Dia secara aktif membagikan unggahan dukungannya untuk Israel dan menyebutkan sejumlah 'kejahatan' yang telah dilakukan Palestina kepada negaranya.

Sempat 'kegep' netizen mengunggah postingan dukungan Gal Gadot terhadap Israel. Suami dari Ina Thomas ini mengunggah foto situasi Gaza, Palestina.

Dalam unggahannya itu, terlihat seorang pria tengah menggendok gadis remaja yang dilumuri darah di area wajahnya.

"Anak-anak wajib dilindungi hak hidupnya@unitednations," tulis Jeremy Thomas dalam unggahannya.

Sebelumnya, ayah dari Axel Matthew dan Valerie Thomas ini sempat memberikan klarifikasi setelah sempat mendapat serangan kebencian warga Indonesia. Usai dia ketahuan menlike postingan Gal Gadot.

Melalui instagram storiesnya, Jeremy Thomas menegaskan berpihak pada perdamaian dan kemanusiaan.

Jeremy juga berpendapat bahwa semua warga sipil harus dilindungi haknya setiap saat.

"Warga sipil harus dilindungi setiap saat. Hukum humaniter internasional harus dihormati dan ditegakkan," tulisnya di Instagram Story beberapa waktu lalu.

Jeremy Thomas juga sempat menyinggung tentang wanita dan anak-anak yang harus menjadi korban perang antar negara.

"Jangan tag-tag soal perang orang lain!/ negara lain yang lagi perang!- kemanusiaan itu dari siapapun negaranya/ sukunya wajib dilindungi.. terutama anak-anak & wanita.. saya tidak setuju dengan korban anak-anak dan warga sipil.. kasihan..," tulisnya.

Jeremy Thomas.

Photo :
  • Istimewa

Korban Jiwa Akibat Serangan Israel ke Palestina.

Sejak 7 Oktober hingga Selasa lalu, Kementerian Kesehatan Gaza menyebut 8.525 orang tewas. Sebanyak 3.500 adalah anak-anak.

Organisasi yang fokus pada perlindungan anak, Save The Children, menyebut jumlah korban anak selama perang ini melampaui jumlah anak yang terbunuh di zona konflik dunia setiap tahunnya sejak 2019.

Secara rinci, 3.195 anak telah tewas di Gaza, 33 di Tepi Barat, dan 29 di Israel. Sehingga total korban anak yang tewas selama perang adalah 3.257 anak. 

Organisasi ini juga menyebut jumlah anak yang tewas di Gaza akibat serangan Israel, lebih tinggi dari angka korban tewas karena konflik militer global di 20 negara dalam tiga tahun terakhir.

Menurut tiga laporan tahunan terakhir dari Sekretaris Jenderal PBB tentang Anak-anak dan Konflik Bersenjata, total 2,985 anak tewas di 24 negara pada 2022.