Depresi Picu Chester Bennington Hilangkan Nyawa Sendiri

Mendiang Chester Bennington dan bandnya, Linkin Park.
Sumber :
  • Instagram @chesterbe

VIVA.co.id – Peristiwa bunuh diri yang dilakukan vokalis unit hip-metal Linkin Park, Chester Bennington, membuat para fansnya tergerak untuk peduli pada sebab kematian sang pujaan.

Mereka seakan tak ingin tekanan mental yang dialami Chester, juga menimpa orang lain dan memilih jalan yang keliru untuk mengakhiri hidup.

Dikutip dari Press Telegram, Jumat 21 Juli 2017, sejumlah fans Chester di media sosial Twitter pun langsung mengampanyekan pentingnya pendampingan bagi orang-orang terdekat yang merasa depresi, agar bisa keluar dari zona rawan tersebut.

"Chester Bennington pergi tepat, setelah Chris Cornell. Depresi itu sebenar-benarnya musuh. Mintalah pertolongan, jika kesedihan menggerogotimu,” tulis akun @TheHadou.

Bahkan, sebuah akun bernama @triforcemeg pun memposting nomor-nomor hotline yang dimiliki sejumlah negara, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang depresi untuk mencari pertolongan.

“Hidup itu sangat berat. Pakailah hotline [untuk pertolongan] bunuh diri,” tulis sebuah akun bernama @justdawn_

Diketahui, Psychology Today menyebut, depresi kerap menjadi motif utama dari orang-orang yang memilih untuk mengakhiri hidup. Bahkan, Jepang sebagai sebuah negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Dengan banyaknya kejadian di hutan bunuh diri Aokigahara, telah membuat sebuah badan khusus untuk menangani warganya yang menderita depresi.

Dalam banyak kasus, orang yang akan bunuh diri biasanya memang tidak menampakkan ciri-ciri perbuatan yang akan dilakukannya itu, karena mereka terbiasa memendam masalahnya sendiri tanpa seorang pun yang mendampinginya.

Sejumlah fans, bahkan menganggap, upaya yang mereka lakukan ini bermaksud untuk 'mengantarkan' Chester Bennington menuju 'cahaya,' seperti kesan lirik di album terakhirnya One More Light. (asp)