Kemenpora: Perak Olimpiade Ini Rasa Emas

Lifter Indonesia, Eko Yuli
Sumber :
  • REUTERS/Yves Herman

VIVA.co.id – Kesuksesan dua lifter angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani, menyabet medali perak di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, disambut bangga oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Berkat prestasi yang sudah dicapai keduanya, Kemenpora harus memenuhi janji untuk memberikan bonus sebesar Rp2 miliar.

Menpora, Imam Nahrawi, sebenarnya dijadwalkan ikut hadir menyambut kepulangan Kontingen Olimpiade Angkat  Besi Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 14 Agustus 2016. Namun, dikarenakan ada kendala, Imam urung hadir.

Pihak Kemenpora diwakili oleh Sakhyan Asmara, selaku Sesmenpora, untuk menyambut Eko Yuli Irawan cs. Sakhyan ikut mengalungkan bunga kepada seluruh kontingen, termasuk dua atlet peraih medali perak, Eko Yuli dan Sri Wahyuni.

Menyampaikan amanat Menpora, Sakhyan mengatakan pencapaian Eko dan Sri di Olimpiade sangat luar biasa. Meski hanya meraih medali perak, Kemenpora menganggapnya seperti sudah meraih medali emas.

"Beliau (Imam Nahrawi) menyampaikan salam hangat dan kebanggaan untuk dua patriot olahraga kami. Walaupun ini hanya perak, tapi ini seperti emas bagi kita, bagi Indonesia.. Masyarakat Indonesia juga tentunya pasti sangat bahagia dengan prestasi sudah diraih Eko dan Sri ini," ujar Sakhyan kepada wartawan.

"Kami berharap, prestasi ini bisa dilanjutkan. Sebab, selain kunjungan presiden ke berbagai negara, adalah para patriot olahraga Indonesia yang bisa mengangkat martabat negara dan menggetarkan dunia," katanya.

Tak lupa, Sakhyan juga mengatakan pihak Kemenpora akan memenuhi janjinya untuk memberikan bonus kepada kedua lifter itu. Sesuai dengan pencapaiannya, Eko dan Sri akan menerima bonus sebesar Rp2 miliar. Hanya saja, Sakhyan belum bisa mengatakan soal kapan bonus untuk kedua lifter ini akan cair.

"Sesuai janji kami dan sesuai dengan prestasinya, (bonus) Rp2 miliar untuk masing-masing atlet  peraih medali perak. Waktunya tahun ini pasti, tapi kami lebih dulu harus berkoordinasi. Yang jelas pasti tahun ini," ucap Sakhyan.