Tragis, Sudah 52 Tahun Ganda Putri RI Tak Juara di Malaysia Open

Greysia Polii.
Sumber :
  • IG Greysia Polii

VIVA – Ternyata tak cuma tunggal putri Indonesia yang memiliki catatan buruk di Malaysia Open. Tapi juga sektor ganda putri.

Bahkan, ganda putri RI jauh lebih tragis nasibnya. Bayangkan saja, berdasarkan catatan Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF, gelar juara ganda putri Malaysia Open terakhir kali bisa dibawa pulang ke tanah air pada tahun 1967.

Hitung saja, sudah berapa puluh tahun ganda putri Indonesia, tak berdaya di turnamen BWF Super 700 itu.

Gelar juara ganda putri Malaysia Open terakhir dibawa pulang lebih dari setengah abad yang lalu tepatnya 52 tahun lalu. Melalui hasil jerih payah perjuangan Retno Koestijah/Minarni Sudaryanto.

Selama keikutsertaan di Malaysia Open, sektor ganda putri baru menyumbang 3 gelar juara. 2 gelar melalui Retno/Minarni pada 1966 dan 1967, sedangkan 1 gelar juara didapatkan Yang Weng Ching/Oei Lin Nio pada tahun 1956.

China merupakan negara yang paling banyak merebut gelar juara ganda putri Malaysia Open. Tercatat mereka telah menggondol 23 gelar. Diikuti tuan rumah dengan 15 gelar juara.

Di Malaysia Open 2019 yang akan dilangsungkan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, 2-7 April 2019, Indonesia mengerahkan 6 pasangan. Yakni Anggia Shita Awanda/Pia Zebadiah Bernadet, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta, Della Destiara Haris/Tanis Oktaviani Kusumah, Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Agatha Emanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Baca: Ratu-ratu Bulutangkis Dunia Terpuruk, Fitriani Rebut Ranking 3 Tur BWF