Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Kariernya di UI semakin menanjak, pada Juni 1998 ia dilantik menjadi Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI). Namanya semakin eksis karena ia sering tampil di berbagai seminar dan media massa. Analisanya kritis, tajam, lugas, dan jernih mengantarkannya menjadi penasehat pemerintah bersama pakar ekonom lain dalam Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pada Agustus 2001, Sri Mulyani hijrah ke Atlanta, Georgia, AS dan bergabung dengan USAid sebagai konsultan. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan saran dan nasihat mengenai bagaimana cara mendesain program S-2 untuk perkuatan universitas di daerah maupun program USAid lainnya di Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Ia pun sempat mengajar sebagai dosen di Georgia University.

Di awal Oktober 2002, wanita yang menjadi salah satu pakar ekonomi Indonesia ini pun bergabung dengan IMF sebagai Executive Director menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto mewakili 12 negara di Asia Tenggara. Dikarenakan kesibukannya, ia terpaksa meninggalkan beberapa profesi mengajarnya dan beberapa jabatan sebagai komisaris di perusahaan swasta.

Setelah kembali ke tanah air, pada 2004, ia diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Tak lama kemudian, pada 5 Desember 2005, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.

Kariernya di kabinet makin dipercaya. Pada tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia, sehingga tugasnya merangkap sebagai menteri keuangan. Ia menciptakan sejarah baru di Indonesia karena dia adalah wanita pertama yang menduduki jabatan ketiga menteri tersebut.

Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007 dan wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008.