Jera Diselingkuhi Istri 5 Kali dalam 6 Tahun Pernikahan, Wanita Tiongkok Ini Digugat Cerai Suaminya

Ilustrasi Perselingkuhan.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Trending – Cinta pada dasarnya merupakan sebuah pondasi untuk mempertahankan mahligai pernikahan. Begitupun dengan kesetiaan menjadi tembok untuk melindungi pernikahan seseorang. Namun sayangnya, tidak setiap pasangan dapat memiliki kehidupan pernikahan yang mulus. Hal tersebut lantaran, masyarakat selalu memiliki banyak godaan yang tidak dapat diatasi dengan mudah oleh semua orang.

Seperti halnya di kota Dongguan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, terdapat seorang pria bermarga Wang yang mengalami situasi seperti itu. Melihat anaknya yang sedang tidur, dia memiliki perasaan campur aduk di dalam hatinya.

Di mana, dirinya menyadari jika telah berulang kali memaafkan kesalahan istrinya yang tidak setia. Pak Vuong mengatakan bahwa dari tahun 2015 hingga 2021 yang lalu, tepatnya dalam 6 tahun hidup bersama sang istri, Ny. Tran berselingkuh sebanyak 5 kali.

Di mana setiap kali dia mengetahui cerita tentang perselingkuhan suaminya tersebut, Tuan Vuong mencoba untuk tidak mempedulikannya. Dirinya juga kerap mengabaikan, memaafkan serta menciptakan kondisi yang baik bagi istrinya untuk kembali ke keluarga.

ilustrasi pernikahan

Photo :
  • vstory

Sementara Nyonya Tran terus saja mengkhianati suaminya tersebut. Hingga membuat Tuan Vuong merasa kesal hingga berkata:" Saya tidak tahan lagi". 

Tuan Vuong juga mengatakan bahwa dirinya telah mengusulkan lebih dari satu kali untuk menceraikan istrinya tersebut, namun Nyonya Tran bersikeras bahwa jika dia bercerai maka dia akan mengambil hak asuk anak-anaknya tersebut.

Sontak saja hal ini membuat Tuan Vuong dan keluarganya tidak bisa memutuskan keinginannya tersebut, lantaran anak ini menjadi darah dagingnya. Tentu saja, karena hal tersebut Tuan Vuong sulit menemui jalan keluar dari masalahnya tersebut dan merasa tak berdaya seperti yang dilansir dari laman eva.vn.

ilustrasi depresi

Photo :
  • U-Report

Tidak tinggal diam, gara-gara kelakuan istrinya tersebut Tuan Vuong hingga mengadu masalah istrinya tersebut kepada ibu mertuanya. Tak disangka, sang ibu mertua tidak hanya tidak membela Tuan Vuong sebagai menantunya dan mengakui kesalahan putri kandungnya. Dirinya juga membela tindakan putrinya tersebut.

Dirinya memberitahu Tuan Vuong: "Mengapa anak saya tidak mau pulang? Bukankah karena Anda lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa? Anak saya harus memberi makan seluruh keluarga?"

Mendengar ucapan sang mertua pun, membuat hati Tuan Vuong jadi terpukul dan membuatnya tidak bisa berkata-kata bahkan hingga membantahnya. Sebagai seorang laki-laki, Tuan Vuong semula harus memikul keluarga serta mengurus istri dan anak-anaknya, namun sayang kini istrinya yang menjadi sumber penghasilan utama keluarganya.

Tuan Vuong

Photo :

Seperti diketahui, Nyonya Tran telah menjalani biduk rumah tangga dengan Tuan Vuong sejak usia 15 tahun. Dua orang ini hidup bersama sebagai seorang istri namun tidak mendaftarkan perkawinannya tersebut sampai umurnya sama-sama cukup.

Pasangan ini memiliki penampilan yang menarik dan saling mencintai satu sama yang lain. Tak heran jika pasangan ini selalu menjadi panutan di mata orang-orang yang ada di sekitarnya. Kehidupan pernikahan keduanya pun terlihat sangat hangat dan bahagia.

Tuan Vuong

Photo :

Karena hal tersebut, Nyonya Tran berubah pikiran hingga akhirnya memutuskan untuk mengkhianti suaminya sendiri dengan pria lain. Berkat anaknya dan gajinya yang kerap dikasih untuk keluarganya tersebut, Tuan Vuong menerima dirinya dikhianti 5 kali oleh istrinya yang berselingkuh dengan pria lain.

Hingga pada akhirnya, sang suami Tuan Vuong merasa tak tahan lagi dengan kehidupan rumah tangganya tersebut. Dan memutuskan untuk tetap bercerai dengan sang istri Nyonya Tran, meskipun sudah banyak hal yang sudah dilakukan olehnya.

Sontak saja perkawinan tersebut menimbulkan banyak kontroversi. Sebagian orang mendukung istrinya yakni Nyonya Tran dan lainnya mendukung Tuang Vuong karena masing-masing pihak memiliki alasan dan penderitaannya sendiri yang harus dihadapinya.