Si Cantik Parmi yang Konyol
- U-Report
Acara pun telah selesai. Parmi turun dari tempat penonton dan menuju meja juri. Parmi berkata, “Pak, bisakah saya mengikuti acara seperti ini? Saya ingin mengikuti lomba tinju. Bisakah saya mendaftar di sini?” Salah satu juri menjawab, “Untuk sementara ini belum ada lowongan pendaftaran peserta tinju. Jika kamu ingin berpartisipasi bisa tapi beda posisi. Masih mau daftar?” Kemudian Parmi balik bertanya, “Posisinya apa itu Pak?” Juri itu menjawab, “Posisi menjadi pembawa papan skor selama pertandingan. Bagaimana mau daftar?” Parmi berpikir sejenak dan di dalam hati dia berkata, “Mungkin saja jika Parmi mengambil posisi ini lalu Parmi bisa naik ke ring, dan setelah itu bisa mendaftar menjadi petinju. Seperti naik level.” Akhirnya dengan cepat Parmi menjawab, “Iya, saya mau. Saya mau mencobanya”.
Keesokan harinya, Parmi bergegas menuju ke tempat lomba tinju. Di sana ia sudah disambut untuk mengganti kostum. Kostum yang dipakai Parmi berbahan ketat dan berwarna biru. Parmi senang dengan kostum yang ia kenakan. Pertandingan di mulai. Dua orang petinju telah bertarung. Tiba waktunya Parmi membawakan papan skor di atas ring dan sekitarnya.
Parmi menangkat kedua tangannya sambil membawakan papan skor. Parmi lupa bahwa ketiaknya penuh dengan bulu. Sontak semua penonton terkejut melihat ketiak Parmi yang penuh dengan bulu. Beberapa penonton menutup matanya karena melihat ketiak Parmi. Hampir setengah dari jumlah penonton berkurang. Mereka keluar karena syok melihat ketiak Parmi. Para juri juga ikut terkejut melihat banyak penonton yang keluar.
Para juri berdiskusi untuk memecahkan masalah ini. Hasil diskusi mereka adalah menerima Parmi sebagai salah satu peserta tinju. Mereka tidak menyangka kalau Parmi mempunyai bulu ketiak yang lebat. Mereka pikir memang Parmi lebih tepat menjadi petinju dan bukan menjadi pembawa papan skor. Salah satu juri mengungkapkan hasil diskusi mereka kepada Parmi. Parmi yang mendengarnya langsung meloncat kegirangan dan mencium kening semua juri. Parmi berkata, “Terima kasih para juri. Saya akan menjadi petinju yang hebat. Sampai bertemu besok di pertandingan”.