Hikayat Si Gadis Kuyang

Hantu Kuyang di malam hari
Sumber :
  • U-Report

Kabar itu mengabarinya bahwa ada seorang dukun tua yang dengan ilmunya dapat merubah wajah orang menjadi secantik wajah Nawang Wulan, gadis khayangan yang mulai terlupakan. “Aku harus menemui dukun tua itu dan menerima semua ilmunya,” pikir Mustikanti dalam hati. Dukun tua itu cukup jauh dan sulit ditemukan. Ia bermukim di antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, dekat dengan Sungai Mahakam. Cukup jauh dari tempat kaki Mustikanti berpijak yang berada di Kalimantan Barat. “Hanya dengannya aku dapat merubah nasibku yang celaka menjadi bahagia,” lagi-lagi pikirnya dalam hati.

Ajaib. Tak butuh waktu lama bagi seorang gadis sakit hati seperti Mustikanti untuk menemukan si dukun tua itu. Meski hilang nurani, hatinya yang mantap dan tekad bulatnya-lah yang memudahkannya menjumpai dan berdiri di depan mata si dukun tua. “Seberapa dalam keputusasaanmu hingga kau datang kemari?” tanya si dukun tua. “Parasku adalah alasan kedatanganku kesini. Aku tak bisa menangis lagi, airmataku telah surut, Nek! Bahkan gadis jelek sepertiku juga ingin bahagia.” desak si gadis seakan matanya ingin kembali menangis, namun sayang, ia telah mengering. “Kau sudah tahu bahwa aku bukan Tuhan, bukan? Jadi pertolongonku ini sudah pasti berbatas dan ada kekurangannya”.

Dari pintu rumah si dukun tua, ia pulang dengan begitu riang. Terpancar senyum lebar dari wajah buruk itu. Ia tak pernah segembira ini sebelumnya. Di sepanjang jalan, orang-orang hanya tersenyum kebingungan dibuatnya. Bahkan sebagian mengejek, melihat senyum gadis itu. “Apa yang terjadi, Nak? Sudah ada perjaka yang mempersuntingmukah?” tanya seorang wanita paru baya di dekat rumahnya. Namun, gadis itu hanya berlalu tanpa jawaban.

Sesampainya di rumah, cermin adalah hal pertama yang ingin ia lihat. Dan benar saja, wajahnya tak lagi menyerupai wajah lelaki. Pun dengan kulit gelapnya kini menjadi putih bersih dan pipi merah merona, serta rambut keritingnya seakan sehalus dan selurus benang sutera. Ia habiskan hari dengan menyisir dan bercermin di hadapan kaca.