Hikayat Si Gadis Kuyang

Hantu Kuyang di malam hari
Sumber :
  • U-Report

Segera para penjaga memberitahukan perihal kejadian semalam. Tentang adanya hantu Kuyang yang berjalan melayang di hadapan mereka. “Desa kita tak aman lagi!” teriak Pak Lurah di depan para warganya. Pagi itu pula, rumah Mustika si gadis yang baru saja dicap kembang kampung itu kembali diramaikan oleh para warga. Nahas, kali ini bukan untuk melamar. Melainkan meminta agar Mustikanti tidak melahap hewan ternak para warga ataupun bayi-bayi yang sedang tertidur pulas di dalam perut para ibu. Warga tahu, bahwa Mustikanti si kembang desa di siang hari adalah Mustikanti si gadis Kuyang di malam hari.

Hantu Kuyang yang tak segan-segan melahap segala ari-ari perempuan hamil, isi perut hewan ternak di kampung, ataupun hanya sekedar menjilat-jilat teras rumah penduduk. Sejak itu, warga ataupun para perjaka tak lagi mengelu-elukan kecantikan Mustikanti. Secantik apapun ia di siang hari, ia tetaplah makhluk mengerikan di gelap malam. Tak ada lagi perasaan takjub pada kecantikannya itu.

Seluruh warga mengucilkan gadis malang itu. Tak satupun warga yang berani mendekatinya. Orang tuanya pun lebih memilih berpindah ke kota dan meninggalkan anak gadisnya yang membuat malu tersebut. Namun, ada seorang pemuda di kampung itu yang masih setia pada kecantikan Mustikanti. Pemuda itu sungguh jatuh hati padanya. Siang dan malam, ia selalu ada di samping gadis jadi-jadian itu. Hampir setiap subuh, si pemuda selalu setia mengantar jemput kekasihnya itu dengan menggendongnya menggunakan sebuah bakul. Mengantarnya kembali ke rumah bila si gadis Kuyang terlalu jauh bermain di malam hari. (Cerita ini dikirim oleh Rsjaya15, Yogyakarta)