Bulan Ramadan dan Kerinduan Mendalam pada Kampung Halaman

Desa Bajo Sangkuang (foto: indonesiamengajar.org)
Sumber :

Menjelang waktu berbuka puasa, suara anak-anak kecil desa terdengar berteriak riang, “Illeneee- illeneee!” yang artinya waktu buka puasa telah tiba. Sungguh pemandangan dan suasana desa sangat kental terasa. Ya, itulah Desa Bajo Sangkuang, desa dengan berbagai keunikkan yang tidak bisa diceritakan semua.

Jika dilihat dari aspek potensi alam, Desa Bajo Sangkuang sangat berpotensi di bagian perikanan. Desa Bajo Sangkuang sudah terkenal luas sebagai desa dengan ikan yang melimpah. Semua jenis ikan ada di sana, tetapi sayangnya dengan ikan yang melimpah tidak menjamin tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Hal ini karena pengelolaan hasil laut/ikan belum terealisasi dengan baik oleh Pemerintah setempat.

Harapan ke depannya, terkhusus untuk Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk memfasilitasi masyarakat dalam pengelolaan hasil perikanan yang melimpah. Sehingga dengan pengelolaan hasil perikanan yang baik, bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan pendapatan masyarakat.

Walaupun Desa Bajo Sangkuang dari semua aspek belum mendukung, saya Andi Kamal M Sallo sangat merindukan kampung halaman, pemandangan yang indah, dan suasana Desa Bajo Sangkuang tetap di hati dan selalu terbayang di kala kesunyian malam. (Tulisan ini dikirim oleh Andi Kamal, Makassar)