Aku Bukan Boneka

Ilustrasi boneka.
Sumber :
  • top10 teddy bear

Memang orang tualah yang selama ini membesarkan, menjaga. dan merawat aku sejak aku masih kecil. Aku dilahirkan dari rahim ibuku, lalu aku dirawat oleh ayah dan ibuku hingga aku dewasa seperti sekarang. Namun, pilihan masa depan akan menjadi apa aku nantinya, itu ada di tanganku. Menjadi apa aku nantinya di masa depan, seharusnya aku yang menentukan. Sedangkan orang tua dan keluargaku hanya boleh mendukung dan mempercayaiku kalau aku pasti bisa menjadi seseorang yang sukses dengan jalan dan pilihanku sendiri.

Namun ternyata, apa yang tertulis dan aku pikirkan selama ini sama sekali tidak terjadi. Aku sadar akan pilihanku yang sangat sederhana tersebut, aku sadar kalau aku terlalu egois akan keinginanku yang ingin menjadi seorang penulis. Sedangkan orang tua dan keluargaku berharap agar aku bisa menjadi arsitek ataupun Pegawai Negeri Sipil. Memiliki uang banyak, lalu bahagia.

Yah, itulah yang terjadi. Orang tua dan keluargaku seakan-akan melupakan peran mereka yang harusnya membimbing aku untuk menuju ke masa depan yang lebih cerah. Masa depan dan cita-cita yang harusnya aku pilih sendiri. Tapi mereka malah menghendaki kehendak mereka tanpa memikirkan aku yang selama ini tertekan dan tersiksa tanpa sepengetahuan mereka.

Hingga akhirnya aku benar-benar sadar, inilah jalanku. Aku dijadikan sebuah boneka oleh orang tua dan keluargaku. Tapi di lain sisi, aku menyayangi dan mencintai mereka walaupun selama ini aku hanya dijadikan sebuah boneka saja. (Tulisan ini dikirim oleh Ridho Adha Arie, Pekanbaru)