Sahabatku Si Poni yang Berprestasi

Ilustrasi persahabatan.
Sumber :
  • http://indowebby.com

VIVA.co.id – Keringat yang menetes tak mengahalanginya, bahkan terlihat sebuah senyum di bibirnya. Saat kami bertemu, dengan raut wajah yang sedikit lelah, dari ruang kelas 205 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila, Alvia Alzumy bercerita tentang peristiwa dan pengalaman hidupnya.

Perempuan berumur 20 tahun ini sekarang tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan peminatan Multimedia Jurnalistik di Universitas Pancasila. Alvia lahir di Jakarta, 8 April 1996. Hadir ke dunia sebagai anak kedua dari lima bersaudara. Si Poni ini berhasil merajut berbagai prestasi dan menjadi kebanggaan orangtua manapun.

Di saat saya mewawancari Alvia di kampus kesayangan kami, Universitas Pancasila, ia sangat bersemangat untuk menceritakannya. Sejak di Sekolah Dasar, Alvia gemar dengan olahraga, terutama basket. “Saya senang sekali kalau sore hari bermain basket dengan teman sekolah. Semangat menjadi lebih terpacu dengan berolahraga,” ujar si poni dengan semangat. Alvia pun pernah menjuarai kejuaran basket di tingkat SMA.

Selain itu, dia pernah menjuarai kejuaraan Paskibra. Begitu kerja kerasnya dalam melakukan aktivitasnya. Dia juga bercita-cita ingin menjadi penyanyi, yang sekaligus menjadi salah satu hobinya. Suaranya memang bisa membuat hati bergetar. Baginya, memulai sesuatu dengan hobi membuat aktivitas yang dilakukan menajdi lebih ringan, sehingga pikiran tidak terbebani.

Di waktu SD, SMP, sampai SMA, Alvia selalu mendapat peringkat 10 besar di kelas. Dan berbagai kegiatan di sekolah pun ia ikuti, seperti organisasi OSIS. Sungguh semangat prestasi yang mengagumkan. Semua orang berhak berprestasi, semua orang ingin memiliki prestise agar disegani dan dihormati dalam lingkungannya.

Di sisi lain, Alvia memiliki kekasih yang sudah 6 tahun bersamanya. Tetapi Alvia tidak melupakan pendidikan serta prestasinya. Kekasihnya yang selalu menemani Alvia ketika bertanding, menyanyi, dan latihan paskibra. Motivasi demi motivasi terus terlontar dari sang kekasih. Dan begitu pun ia dapatkan support yang luar biasa dari kedua orangtuanya.

Alvia adalah teman dekat yang saya banggakan. Banyak pelajaran berharga yang bisa saya contoh dari dia. Niat, kerja keras, semangat, dan kemandirian yang ada di diri Alvia. Terimakasih sahabat. Menurutnya belajar itu wajib. Jadikanlah belajar itu sebagai pedoman hidup. Belajar itu sampai akhir hayat. Berusahalah terus untuk mengejar impian dan cita-cita, karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. (Tulisan ini dikirim oleh Shela Tiana, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)