Sosok Anggota Dewan yang Peduli Pendidikan Rakyat

Pengurus Yayasan Bina Insan Gemilang .
Sumber :

VIVA.co.id – Duduk di kursi nyaman dengan segala fasilitas nan mewah dan menggiurkan, serta jabatan yang diidamkan banyak orang tidak membutakan mata dan hatinya akan kehidupan di sekitarnya. Dia tetap  menjadi seseorang yang hangat bak matahari pagi dan tetap rendah hati. Diberikan rumah dinas yang mewah, namun ia menolaknya dan tetap tinggal di Perumahan Mangun Jaya 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi bersama keluarganya. Bahkan tetap berkomunikasi baik dengan penduduk sekitarnya.

Ia dikenal sebagai sosok yang ramah. Jika tidak ada kesibukan, ia sempatkan untuk berinteraksi dengan anak-anak kecil di lingkungan perumahannya. Juga berdiskusi kecil dengan warga di lingkungannya dan menghadiri rapat RT. Istrinya pun sangat sederhana. Jika hendak pergi ke pasar, ia menggunakan angkutan umum atau becak, tidak pernah diantarkan oleh seorang sopir.

Seseorang itu ialah Dr. Surahman Hidayat. Mantan ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan sekarang sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI)  Fraksi PKS Komisi X Bidang Pendidikan. Bapak Surahman aktif sebagai penasihat Partai Keadilan (sebelum bernama PKS) Perwakilan Kairo pada tahun 1999. Dia juga menjadi anggota Dewan Syariah PKS, Wakil Presiden Internasional PKS, dan Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Partai Keadilan Sejahtera. Sekarang dia merupakan satu dari enam orang anggota Dewan Pimpinan Tinggi Pusat PKS, yaitu organ yang menentukan PKS setelah Majelis Syura.

“Politik adalah alat vital untuk perjuangan publik,” katanya. Namun, sayangnya menurut Surahman, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih perlu dibangun kembali baik dari segi hukum maupun segi moralnya. Banyak orang yang mempertanyakan bagaimana kinerja seorang anggota DPR RI sekarang. Dan banyak pula yang menyindir para anggota DPR dengan opini-opini mereka yang semu. Namun, ia tetap menutup kedua telinganya dan tetap mencoba untuk membangun institusi DPR menjadi lebih baik dalam hukum dan moral.

Salah satu keinginan yang tertanam dalam dada seorang Surahman adalah berdakwah. Karena sejak remaja ia sudah aktif dalam bidang keagamaan. Ia ingin manusia memiliki moral yang baik dan taat dalam agama. Keinginannya itu bukanlah sesuatu yang berlebihan. Setiap manusia memang seharusnya memiliki moral yang baik. Karena manusia pada dasarnya adalah putih dan bersih. Walaupun sibuk dengan kesehariannya sebagai anggota DPR, jika ia memiliki kesempatan, ia masih suka berceramah di musala kecil yang ada di perumahannya.

Tuhan memberikan rencana yang indah padanya lewat sebuah yayasan yang ia dirikan dengan beberapa kerabatnya yang juga menjadi pengurus di yayasan tersebut. Dalam yayasan ini, kedudukannya sebagai pengasuh. Yayasan ini diberi nama Yayasan Bina Insan Gemilang (BIG) dengan 24 anak asuh.

Yayasan yang didirikan Surahman serta kerabatnya ini berbasis Islam dan memiliki nuansa islami yang kental. Yayasan ini membuka peluang bagi anak-anak yang tidak memiliki orangtua untuk tetap hidup dengan layak dan berpendidikan tinggi tanpa harus memikirkan biaya. Yayasan ini akan mengasuh serta mendidik anak-anak tersebut dengan ilmu agama dan ilmu lain yang menunjang kecerdasan mereka.

Semuanya bebas biaya apapun. Bahkan anak-anak di sana yang disebut para santri itu diberikan tempat tinggal yang layak serta disekolahkan sampai mengenyam bangku perguruan tinggi. Yayasan ini bekerja sama dengan salah satu universitas, yaitu Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Santri yang sudah lulus sekolahnya, akan langsung dikirim ke UTS tanpa tanggungan biaya apapun karena semua biaya sudah ditanggung oleh yayasan.

Kegiatan di yayasan ini sudah mulai aktif sebelum subuh. Mereka diwajibkan untuk menjalankan salat tahajud serta menghafal Alquran sedikit demi sedikit sebelum azan subuh berkumandang. Betapa bangganya mereka, mendapatkan ilmu dari para pengasuh yang berpengalaman seperti Surahman dan kerabatnya.

Di yayasan ini, semua pengurus juga memiliki kewajiban untuk mengasuh para santri. Yayasan yang didirikan oleh Surahman ini memang salah satu wujud kepedulian manusia terhadap pendidikan anak-anak yang tidak memiliki orangtua, juga pendidikan anak-anak yang kurang mampu.

Selain itu, di yayasan ini juga menyediakan lembaga pendidikan untuk anak-anak usia dini yaitu TAUD. Yang kepanjangannya adalah Tahfidz Anak Usia Dini. Anak-anak dilahirkan dengan keadaan yang suci. Otak merekapun masih bersih. Tidak seperti anak-anak remaja dan dewasa pada umumnya. Maka dari itu, TAUD memberikan pengajaran ilmu agama terhadap anak-anak tersebut. mereka tidak akan dipaksa untuk membaca dan menulis, tetapi mereka akan belajar menghafal surat-surat pendek serta diberikan ilmu agama. 

Segala sesuatu yang terjadi pasti memiliki sebuah alasan. Dan alasan didirikannya yayasan ini karena pengalaman pahit pengurus yayasan dalam mendapatkan pendidikan akibat permasalahan ekonomi. Pada dasarnya pendidikan memang sangat penting. Karena pendidikan mampu menyalakan pikiran dan mematangkan kepribadian.

Bisa dibayangkan jika pendidikan sudah  tidak dipikirkan lagi di dunia ini, maka semakin banyak orang yang akan memaksakan seekor ikan untuk memanjat sebuah pohon. Maka dari itu, setiap manusia seharusnya memang peduli terhadap pendidikan. Seperti halnya Surahman dan kerabatnya yang dengan ikhlas mendirikan Yayasan Bina Insan Gemilang (BIG) ini.

Menurut ketua Yayasan Bina Insan Gemilang (BIG),  yang juga menantu dari Surahman yaitu Ustaz Hasan mengatakan bahwa di sela-sela kesibukan Bapak Surahman sebagai anggota DPR RI, ia tetap menyempatkan hadir untuk berbagi ilmu agama kepada para santrinya. Dengan adanya yayasan ini, Bapak Surahman dapat mencapai tekadnya untuk berdakwah sedikit demi sedikit.

Jika kita melihat seseorang hanya dari luarnya saja kita tidak akan mendapatkan hal-hal baik dari dalam diri orang tersebut. Mereka bilang anggota DPR tidak banyak yang peduli terhadap masyarakat di sekelilingnya. Anggota DPR hanya sibuk dengan urusannya dan kemewahan yang didapatkannya. Mereka hanya mendengar bukan melihat faktanya.

Surahman telah memberikan pembuktian. Bahwa seorang yang memiliki jabatan tinggi serta memiliki hidup yang sejahtera tidak semuanya melupakan orang-orang di sekitarnya. Kepedulian, kehangatan, serta sifat yang rendah hatinya dapat memberikan bukti dan membantah opini-opini mereka yang tidak bertanggung jawab.

Pedulilah pada sesama dan berbuat baiklah walaupun kau sedang berada di tempat tertinggi. Boleh jadi, saat nanti engkau tertidur lelap, pintu-pintu langit sedang diketuk oleh puluhan doa kebaikan untukmu dari seorang fakir yang telah kau bantu, atau seorang yang kelaparan yang telah kau beri makan, atau seseorang yang sedih yang telah kau bahagiakan. Maka, janganlah sekali-kali kau meremehkan sebuah kebaikan. (Tulisan ini dikirim oleh Adinda Rahmani dan Christina Saraswati, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila, Jakarta)