Pemanis Buatan, Berbahaya bagi Janin dan Ibu Hamil

Wanita hamil.
Sumber :
  • Pixabay/Pexel

VIVA.co.id – Masa kehamilan adalah masa-masa penting, seorang ibu harus benar-benar memperhatikan kualitas dan kuantitas asupan gizi yang dikonsumsi setiap harinya. Nutrisi yang mereka makan harus memenuhi angka kebutuhan minimal untuk diri sendiri dan sang janin. Salah satu yang harus menjadi bahan pertimbangan dalam hal asupan nutrisi adalah pemanis buatan.

Penggunaan pemanis berkalori pada ibu hamil masih diperbolehkan selama dalam batas yang direkomendasikan ahli. Kecuali jika ibu hamil mengidap gangguan kesehatan khusus seperti diabetes, resistensi insulin, atau diabetes mellitus. Mereka perlu membatasi penggunaan pemanis ini.

Beberapa penelitian merekomendasikan ibu hamil untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung pemanis non-kalori. Pemakaian pemanis biasa digunakan untuk meningkatkan keamanan, kualitas, dan kestabilan rasa produk pangan. Pemanis buatan dibuat dalam beberapa bentuk seperti tablet, granula, serbuk, kristal, dan cairan.

Perlu diperhatikan bahwa pemanis buatan tidak diizinkan penggunaannya pada produk pangan untuk kelompok tertentu. Menurut BPOM, kelompok tertentu tersebut adalah bayi, balita, ibu hamil dan menyusui dikarenakan adanya upaya untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan kelompok tersebut.

Konsumsi dalam kurun waktu yang lama, apalagi dalam jumlah yang banyak tentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Tidak hanya bagi ibu hamil dan janin, tapi juga bagi semua orang yang mengonsumsinya. Untuk itu, pantangan makanan ibu hamil yang harus dicamkan adalah yang mengandung pemanis buatan.

Sebab, tubuh kita tidak bisa mengenali zat-zat yang terkandung di dalam pemanis buatan sehingga bisa menyebabkan gangguan metabolisme di dalam tubuh. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk menghindari pemanis buatan. Lebih baik mengonsumsi pemanis alami yang bisa kita dapatkan dari sayur atau buah-buahan, daripada mengonsumsi pemanis sintetis.

Berdasarkan buku Martindale: The Complete Drug Reference, konsumsi pemanis buatan berlebih terutama aspartam dapat meningkatkan insiden kanker otak pada anak-anak. (Tulisan ini dikirim oleh Rosita dan Rizky Putri, mahasiswa IPB, Bogor)