LPTK Banten Lanjutkan Praktik Baik Perkuliahan
Demonstrasi dilanjutkan oleh siswa kelas VI MIN 1 Cilegon dan siswa kelas VIII SMPN 3 Cilegon. Mereka mewakili sekolah lab mitra LPTK yang guru-gurunya sudah dilatih dan didampingi dosen-dosen LPTK. Siswa MIN 1 Cilegon, tampak dengan piawai mempresentasikan tentang konsep bangun datar.
“Rumus persegi panjang adalah panjang kali lebar. Persegi panjang ini kalau dipotong diagonal membentuk dua bangun yang berbentuk segitiga siku-siku. Karena luas persegi panjang sama dengan dua kali luas segitiga siku-siku, maka rumus luasnya setengah alas kali tinggi dibagi dua,” tukas Fariz, salah seorang siswa dalam paparannya sambil memeragakan media bangun datar persegi panjang yang dibawanya.
“Kita juga bisa mengembangkannya ke bentuk-bentuk lain, seperti jajaran genjang dan trapesium, bahkan layang-layang, dan variasi dari gabungan segitiga dengan persegi panjang,” kata Nawaz dan Ilyas, melanjutkan presentasi Fariz.
Sementara siswa SMPN 3 Kota Serang, melakukan percobaan asam basa pada larutan air jeruk nipis, air sabun deterjen, dan air kapur, yang diuji dengan kertas lakmus. Para siswa ini menunjukkan dampak dari pembelajaran aktif yang diterapkan gurunya di kelas, setelah dilatih dan didampingi oleh dosen-dosen LPTK terkait program Usaid Prioritas.
Setelah melihat presentasi siswa, Wakil Rektor 1 Untirta, Dr Fatah Sulaiman MT, menyampaikan optimismenya dengan generasi Indonesia mendatang. “Saat saya belajar di SD dulu, saya tidak menguasai seperti yang didemonstrasikan oleh para siswa. Saya optimis generasi Indonesia mendatang akan lebih baik dari generasi saya,” katanya.
Dia juga menyampaikan, walaupun program Usaid Prioritas berakhir, Untirta berkomitmen melanjutkan program yang sudah dilaksanakan. “Saya akan melibatkan para dosen Untirta yang sudah dilatih Usaid Prioritas untuk melatih para dosen lainnya dalam menerapkan perkuliahan dengan pendekatan pembelajaran aktif,” katanya lagi.
Pengalaman para dosen, mahasiswa, dan guru dalam menerapkan praktik-praktik baik di perkuliahan dan pembelajaran didokumentasikan dalam bentuk buku oleh Usaid Prioritas. Acara ini ditutup dengan sesi ‘Bedah Buku Praktik Baik di LPTK’ yang menghadirkan perwakilan para penulis. Fatah Sulaiman menyebut, praktik-praktik baik dalam buku ini dapat memberi inspirasi perubahan dalam perkuliahan dan pembelajaran di sekolah. “Saya sarankan bapak-ibu membaca buku ini sebagai bahan rujukan inovasi praktik baik di masa mendatang,” tukasnya.