Empat Teknik Agar Anak Terampil Membaca
Teknik ketiga adalah membaca bersama. Teknik ini hampir sama dengan teknik membaca read a loud (suara lantang). Akan tetapi lebih merujuk pada anak sebagai center learning. “Anak-anak diminta untuk secara bergantian menyebutkan 5W+1H (who, where, why, what, when, how) dari buku bacaan yang dibacakan pendamping di satu kelompok,” terang dia. Setelah itu mereka diminta untuk membuat resume dari buku bacaan tersebut. Bukan hanya buku dongeng atau cerita, melainkan juga bisa buku pelajaran.
Sedangkan teknik yang terakhir adalah dengan teknik membaca mandiri. Jenjang ini bagi pembaca yang sudah dewasa atau ahli. “Mereka membaca sendiri namun capaiannya pendamping meminta anak untuk membuat tulisan kreatif dari yang mereka baca,” ucap dia. Sementara itu, buku-buku yang akan digunakan untuk membimbing anak membaca, dipilih yang menggunakan tulisan huruf yang cukup besar serta gambar-gambar yang menarik. Sehingga anak antusias dan tertarik mengikuti buku yang sedang dibacakan oleh pendamping.
Hernik Farisia, fasilitator membaca kelas awal dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) mengatakan saat mengajarkan anak membaca dibutuhkan intonasi yang jelas dan ketegasan pendamping saat membuat aturan membaca bagi siswa. Misalnya, saat pendamping membaca anak-anak harus diam mendengarkan. Apabila ada pertanyaan atau akan menjawab pertanyaan harus mengangkat tangan terlebih dahulu. Anak dibiasakan duduk rapi dan nyaman, sehingga suasana membaca pun akan lebih santai dan anak bisa lebih berkonsentrasi. (Tulisan ini dikirim oleh Dian Kusuma Dewi, Jawa Timur)